Hi, akhirnya gue menulis lagi di blog ini. Kali ini, gue ingin mengangkat tentang hal yang membuat mental gue benar-benar kacau bahkan sampai sekarang ( umur 25 tahun). Gue gatau kenapa, tiap gue pulang kerumah nenek gue dan bertemu tetangga sekitar apalagi yang masih muda, gue takut, deg-degan dan rasa introvert gue muncul. Hal ini selalu terjadi, sehingga tiap gue pulang, gue lebih senang menyendiri dirumah, males keluar rumah , dan males bersosialisasi. Gue gatau apa penyebabnya, dan gue sering merenung bahkan pernah ada pemikiran males tinggal disini mending merantau aja. Ketika merantau, gue bener bener extrovert bahkan gue sangat suka pergi keluar rumah dan ketemu dengan orang-orang baru.
Setelah gue merenung, dan mengingat masa kecil, apakah ini berhubungan dengan kisah gue di masa kecil…
Jadi gue pengen cerita sewaktu gue masa kecil tepatnya berumur 5 tahun pokoknya masih SD waktu itu. Orang tua gue seneng banget ngeliat gue punya rambut Panjang karna gue mirip banget bule, dan rambut gue dulu itu lurus dan bagus kalau sekarang mirip sekala lah rambut Panjang. Nah suatu Ketika, salah seorang tetangga gue ngeliat gue terus dia bilang “kok kayak cewe”, orang tua gue bela gue dong, “engga kok, ganteng gini”. Lama-kelamaan hamper semua tetangga sekitar rumah ngatain gue mirip cewe lah bahkan ada yang bilang kalau gue “bencong”. Bayangin aja, diumur gue yang terbilang masih kecil, sudah diperlakukan seperti itu, dulu sih gak ada tuh Namanya pembullyan atau toxic masculinity seperti sekarang.
Gue mah tau apa kan ya, gue bener-bener malu semalu-malunya sampai gaberani keluar rumah. Dulu gue sering tuh main sama anak anak disekitar rumah, gak banyak sih hanya ber-4, yah kadang mereka juga ngebully gue kayak cewe. Gue dulu orangnya lemah banget, dan jarang banget yang Namanya main bola, kalo diajak pastil ah nolak, kalopun mau itupun terpaksa.
Nah sodara-sodara gue kebanyakan cewe dan yang cowo jarang pulang, yaudah gue sering tuh main bareng sodara-sodara gue, makin kesini makin deh dibully bencong bahkan sekarang sama keluarga dari bapak gue, dibilang cewe, mainannya sama cewe mulu, takut gelap, pokoknya segala hal yang gue lakuin dulu tetep dibully seolah-olah gue harus jadi cowo yang tahan banting, main bola , dll.
Setelah gue piker-pikir, masa lalu gue yang banyak bully-an itu membuat gue menjadi seperti sekarang ini. Makin takut pulang, gamau bersosialisasi sama tetangga-tetangga, dan lebih baik merantau.
Mungkin kalau gue ke psikologi dan psikiater, gue kena mental illness, soalnya gue pernah self-diagnose dengan mencari-cari penyakit mental apa yang gue idap. Gue ketemunya sama post traumatic syndrome, ya karena gue bener-bener beda Ketika berada dilngkungan yang berbeda sama lingkungan rumah.
Yang gue rasain itu, Ketika gue pulang, gue takut bener ketemu sama tetangga-tetangga bahkan orang banyakan, dan gue lebih nyaman diem di dalem rumah dan menyendiri bahkan untuk belanja ke warung gue bener-bener takut. Gue bingung, kenapa begini, bahkan gue pernah sampe gamau pulang ke bali karena lebih nyaman tinggal di bogor.
Penyakit mental yang gue derita itu sejak umur gue masih 6 tahun, bayangin di umur segitu harus nerima pembullyan secara fisik, Cuma gara-gara rambut gue Panjang, dan kulit gue putih. Gue pun gatau kalo gue di lahirin seperti itu, tapi kenapa orang-orang pada ngebully nya sampe terus-terusan, yang gue rasain pada saat itu gue Cuma bisa senyum, karena orang tua gue selalu nenangin gue. Dalam hati mah, gue nangis bener bener, tapi gue dulu gamau nunjukin, karena kalau gue nangis, orang-orang makin nambah ngebully.
Sejak gue inget itu, gue makin ngejaga mulut gue untuk bully orang, karena di bully itu rasanya tidak enak dan traumanya sampai sekarang
Bagi siapapun yang ngebaca ini, gue berharap jangan pernah ngebully siapapun, apalagi bawa-bawa SARA, mau umur berapapun, jangan deh, lo gatau traumanya Panjang banget bahkan sampai sekarang belum ilang, gue masih takut ke psikiater, dan gue sekarang lagi mencoba berdamai dengan kondisi.
CONFIDENT??.......
mungkin sebagian orang susah untuk bisa percaya diri dengan diri mereka sendiri karena kepikiran dengan hal-hal sekitar. contohnya, kalau seseorang ingin berpakaian modis sesuai seleranya sendiri pasti yang pertama dipikiran mereka adalah "kira-kira orang2 ngetawain aku gak ya" ,atau misalnya nih dikelas tiap ada dosen/guru yang bertanya "apakah kalian ada yang mau bertanya", banyak sekali yang tidak PD dengan pertanyaan mereka karena pada mereka berpikir kalau pertanyaan yang akan mereka tanyakan itu "tidak berbobot" atau "pertanyaan biasa".
so let's talk about this...
sebenarnya kita perlu yang namanya rasa percaya diri, kenapa? percaya diri itu menunjukkan kalau kita cinta pada diri kita sendiri yang apa adanya bukan sesuai dengan selera orang. percaya diri juga bisa membuat orang-orang suka dengan kita karena kita menunjukan 'This is Me" bukan versi orang lain, bahkan di jaman milenial ini, banyak yang lagi mencari seseorang yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi.
beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dengan percaya diri (menurut gue pribadi) :
1. Pandai berkomunikasi
orang yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi itu kebanyakan pada pandai dalam berkomunikasi, kenapa? iya karena mereka tidak malu dan mereka selalu yakin dengan diri sendiri terlepas apakah yang mereka ucapkan itu benar atau tidak. contohnya ada dua orang yang pertama tidak terlalu pintar dalam berbahasa inggris hanya mengandalkan dari apa yang di lihat/di tonton, dan ada yang jago bahasa inggris tapi tidak memiliki keberanian untuk speaking di depan publik, nah dalam kasus ini kebanyakan orang yang pertama yang akan jago dalam speaking, kenapa? karena dia percaya diri terlepas dari salah/benar dalam vocab atau grammar, dan karna kesalahan itu , orang tersebut akan terus belajar dan belajar.
2. belajar menjadi pemimpin
kebanyakan orang-orang yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi lebih dipercaya untuk menjadi seorang pemimpin dalam lingkungan atau kelompok mereka, kenapa? karena mereka dipercaya oleh orang sekitar yang bisa memimpin dan orang yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi kebanyakan memiliki karisma dalam memimpin
3. gampang bergaul/bersosialisasi
nah, percaya diri itu juga bisa berdampak pada lingkungan sekitar, contohnya saja kebanyakan orang yang percaya diri itu adalah orang yang menunjukkan dia apa adanya dan tidak mengada-ngada dan dampaknya mereka ini lebih disenangi oleh lingkungan sekitar karena mereka tahu kalau orang ini tidak pernah menjadi "fake" selalu menjadi diri sendiri
.
.
.
.
lalu, bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri???
.
...
tiap orang memiliki cara tersendiri dalam meningkatkan rasa percaya diri mereka, nah kali ini gue bakal kasi tips bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri versi gue :
1. selalu belajar dari kesalahan
cara ini bisa meningkatkan rasa percaya diri kita, jangan takut salah , semakin kita salah semakin kita paham dan semakin kita paham semakin meingkatkan rasa percaya diri kita untuk melakukan hal tersebut
2. paksa diri sendiri untuk bisa speak up
ini yang gue lakuin semenjak SD sampai sekarang. gue itu tipe orang yang pemalu tetapi orang tua gue selalu push gue untuk bisa publik speaking dari di daftarin untuk lomba puisi, belajar untuk bicara di dalam keluarga , dan semakin dewasa gue semakin mem-push diri gue sendiri untuk bisa speaking di orang banyak.
3. bergaul dengan orang yang percaya diri
ini sih yang gue lakuin selama kuliah, gue selalu bergaul dengan orang yang pinter public speaking, yang pinter debat dll. bukan berarti milih-milih dalam berteman, tapi kita lebih memilih berteman untuk meningkatkan rasa percaya diri kita, yapss karena lingkungan yang gue pilih seperti itu, sampai sekarang gue bisa publik speaking , presentasi, dll walaupun harus banyak berlatih.
4. sering ikut lomba yang memacu ke-PD-an kita
nah ini juga salah satu caranya, dulu waktu SD aku ikut lomba baca puisi, terus kuliah aku ikut lomba karya tulis, dan tiap kuliah sering ditunjuk untuk presentasi. dengan cara ini bisa meningkatkan rasa percaya diri kalian, ntah kenapa ketika di depan publik itu kita menjadi beda dan lebih berani dalam hal speaking.
.
.
.
mungkin 4 tips itu bisa membantu kalian, karena tiap orang memiliki cara yang berbeda dalam hal meningkatkan percaya diri. sekian tips jangan lupa di share ya :)
tahun 2019 merupakan tahun yang bisa di bilang tahun perjuangan..
.
.
awal tahun 2019 di awali dengan mengangkat toga di Institut Pertanian Bogor sebagai hasil dari kerja keras selama 4 tahun kurang..
begitu banyak memori yang tersimpan selepas dari mengangkat toga, memori bersama teman, sahabat, maupun dengan lingkungan tempat aku kuliah..
kalau di pikir-pikir, 4 tahun memang lama, tapi selama itu banyak memori yang sudah direkam dan disimpan rapat-rapat untuk diceritakan di masa depan nanti..yaps rasanya kuingin memutar waktu untuk kembali ke masa-masa kuliah, masa dimana hanya fokus pada ke-panitia-an, organisasi, dan tugas-tugas. tapi bukan itu yang membuat ku rindu akan masa ini, terlebih yang membuat ku rindu dan hingga kini membekas adalah keseruan dengan para teman dan sahabat.
...
di kala itu kita sering berkumpul ntah makan bareng, belajar bareng, tertawa bareng bahkan pergi ke tempat-tempat seru pun bareng. walau banyak masalah yang terjadi dari awal hingga akhir, tapi itulah yang membuat kita semakin akrab satu sama lain.
.
hal lain yang kurindukan adalah bersama dengan salah seorang sahabat, yang senantiasa mengajariku pentingnya sosialisasi, yang rela membantuku disaat terjatuh sekalipun, yang mengubah suasana menjadi hangat ketika diriku sedang muram, yang rela membagi segala cerita pilu denganku dan membagi waktu dikala ku butuh untuk menghilangkan segala rasa penatku. Tapi yang namanya perpisahan akan selalu dijumpai dan tanpa kita sadari inilah yang membuat kita merasakan bahwa persahabatan itu sangat sulit dan akan selalu ada walau kita sudah berpisah
.
.
beranjak dari wisuda, di bulan januari hingga maret 2019, aku pun kembali berjuang untuk meningkatkan skill ku demi apa yang ingin aku capai. iya, selama 2 bulan lamanya, ku harus mengikuti serangkaian kegiatan magang sebagai bekal untuk diriku di luar negeri nanti. banyak yang bilang, selama magang akan terasa capek, banyak yang bilang berbeda dengan apa yang kudapatkan selama kuliah, dan banyak yang bilang bisa saja nanti diriku akan berkata tuk menyerah, tapi semua itu rasanya sangat jauh berbeda, karena disini aku tidak merasa sangat capek, aku tidak merasa perbedaan dengan kuliah dan terlebih lagi aku tidak pernah berpikir untuk berkata menyerah. kenapa? karna disini aku berjuang bersama teman-temanku, aku banyak belajar dan bahkan walaupun memang lelah tapi disini penuh canda tawa sehingga semua kelelahan terasa sirna.intinya, banyak yang berbeda dengan ucapan di luar sana
.
.
.
next dari maret-mei banyak pelajaran untuk bersabar dan pantang menyerah. disini aku sudah mulai menyerah karena tidak adanya kepastian mengenai sesuatu hal. but, orangtuaku selalu berkata "sabar dan selalu berdoa", dan ini dua kata yang membuat diriku tuk selalu berpegang teguh dengan apa yang ingin aku capai dan ingin aku raih selama ini. ternyata, hal itu benar adanya, buah kesabaranku dan rasa pantang menyerahku memberikan sebuah hadiah yang menarik untuk diriku sendiri tentunya dan untuk orangtua dan keluargaku, dan aku bisa melanjutkan di United State
.
.
.
dari mei hingga desember 2019, aku mengikuti program dari kampus terkenal di USA yang berbasis pertanian, dan benar-benar mengajarkanku arti perjuangan serta banyak hal lainnya, dan ini akan ku ceritakan di postingan khusus USA.
.
.
intinya, 2019 memberikanku banyak pelajaran, dimulai dari perjuangan, kesabaran dan keikhlasan. satu hal yang selalu aku pegang selama ini yaitu "orang boleh berkata tidak mungkin, tapi diriku akan selalu percaya bahwa itu akan nyata". so, thank you untuk tahun 2019, terima kasih untuk orang-orang di balik layar yang tidak bisa kusebutkan satu-persatu, yang bisa memberikan semangat hingga sekarang, terima kasih pada lingkungan sekitar, yang sudah mengajarkan aku banyak hal. 2020 mungkin tahun yang baru, dan aku percaya, tuhan menyiapkan segala kejutan di setiap bulannya.
....
happy new year 2020
...... pengalaman ini merupakan yang pertama sepanjang hidup menjadi anak rantauan.....
banyak pertanyaan :
- kenapa USA negara tujuan untuk memantapkan skill?
- kok gak di Indonesia aja?
- apakah nanti balik ke Indo buat nerusin apa yang diperoleh disana??
well, aku mulai kupas tuntas semuanyaa....
...
berawal dari rasa keingintahuan yang besar untuk bisa go internasional dan mempunyai impian bisa tinggal di luar negeri, akhirnya memutuskan untuk mengikuti program magang pertanian dimana kampusku telah bekerjasama dengan kampus di luar negeri untuk mengikuti program ini. awalnya banyak keraguan dalam diri untuk join dalam program ini, seperti penguasaan bahasa inggris yang terbilang jauh dari kata "good", terus ketakutan dalam menghadapi "culture" yang berbeda, dan belum ada pengalaman keluar negeri sama sekali seumur hidup.
.
APA SIH YANG MEMBUAT AKU TETAP INGIN IKUT PROGRAM INI??
...
sering muncul di benak , "kenapa temen-temenku saja bisa merantau keluarnegeri, kenapa aku tidak", semenjak itu setelah lulus ujian skripsi tepatnya bulan oktober, aku mulai mengurus segala macam prasyarat untuk program ini, seperti passport, SIM A, dan melatih bahasa inggrisku. untuk SIM A sendiri, aku mulai berlatih mengemudi di kampung halaman , kalau tidak salah selama 2 minggu , sedangkan passport ku urus di tempat aku kuliah yaitu di bogor, sedangkan untuk bahasa, aku mulai membiasakan mendengar-menonton yang berbau inggris atau menggunakan subtitle inggris baik itu film atau bacaan. sering sekali tiap diajak berbicara bahasa inggris, aku sedikit malu atau tidak berani, padahal aku bisa dan mengerti apa yang diucapkan. terkadang banyak yang menertawai dan kadang juga baru bicara setengah udah dipotong karena salah penyebutan, itulah sebabnya aku sering kali tidak berani dalam berbicara english.
.
singkat cerita, setelah selesai magang 2 bulan di bogor sebelum lanjut di USA, akupun masi harus tinggal di bogor selama sebulan lamanya untuk mengurus seluruh berkas yang harus disiapkan untuk keberangkatan, seperti visa, interview dengan perusahaan disana dan masih banyak lagi. selagi menunggu, disinilah waktunya aku melatih skill bahasa inggrisku agar semakin mantap kedepan. mulai sering menonton film series kalau tidak salah judulnya "good doctor" yang banyak sekali kata-kata sulit dan dari situ aku mulai belajar, lalu mendengarkan musik dengan lirik dan melatih berbicara depan cermin hahaha karna masih sangat malu untuk berbicara dengan orang .
.
sedikit keluh kesah, selama sebulan aku sempat menyerah karena belum sama sekali memperoleh perusahaan mana yang akan aku datangi dan itu sangat-sangat membosankan. untungnya temanku mengajak untuk melatih otot-otot agar disana tidak terlalu mudah capek. yapss, selama 2 minggu pula aku nge-gym walaupun tidak sesering temanku hahaha. hari demi hari berlalu, sudah hampir pupus untuk mengikuti program ini, dan sudah hampir menyerah pula dalam melanjutkan program ini, tapi ayahku menelpon....
A : gimana kelanjutannya?
J : kayanya nyari kerja aja deh disini, nunggu lama bener
A ; lah kemarin semangat banget, kok sekarang udah nyerah aja
J : ya lagian lama, nunggu kelamaan yang ada ngabisin duit
A : tenang , ditunggu lagi aja sambil berdoa
J : oke deh...
setelah percakapan singkat itu, aku pun mulai tidak menyerah lagi dan masih optimis akan berangkat menuju USA, dan selalu berdoa juga.
.
.
.
dan setelah 2 minggu, akhirnya doaku terjawab juga .... (Next part 2)
Menjadi anak rantauan memang awalnya berat, kalo kata dilan sih “rindu itu berat, biar aku saja”, mungkin benar apa kata di film Dilan. Anak rantauan rentan terhadap penyakit homesick, kadang menyerang selama seminggu, sebulan bahkan ada yang terus-terusan. Berbeda dengan yang gw rasakan selama menjadi anak perantau, banyak yang bilang
“jod, gak kangen bali?”
“jod, kok gapernah pulang ke bali?”
“jod, keluarga gak kangen ya”
Honestly, gw pernah merasakan yang namanya homesick, tapi penyakit ini hanya menyerang sekitar 2 minggu dan ini di awal matrikulasi karena gw belum beradaptasi sama sekali dengan lingkungan bogor. Setelah menemukan teman, bahkan setelah menjelajah keliling bogor , gw menjadi akrab dengan bogor sebagai anak perantau. Bukan tidak mungkin kangen dengan keluarga nan jauh disana, sejujurnya gw begitu sangat kangen yang tak tertahankan bahkan di asrama gw pernah diem malem malem , dan berpikir “gimana kondisi orangtua dirumah yang sendirian”. Semenjak gw di bogor, orang tua gw tinggal berdua dan ditemani oleh seekor anjing. Kakak gw udah nikah, dan tinggal dengan suami, ya paling tidak pulang kerumah hanya sabtu-minggu itupun kalo ada waktu. Begitulah pemikiran gw, kadang sedih, kadang galau, tapi apa boleh buat kembali kepada keputusan yang gw buat dan harus dipertanggungjawabkan.
Alasan gw gamau terlalu kangen rumah :
1. Gw ingin membuktikan kalau gw bisa mandiri disini, karena gw dulu di cap anak mami ya kemana-mana selalu sama orangtua dan orang-orang gapernah percaya kalo gw bisa merantau
2. Gw ingin menunjukan kalo gw bisa berprestasi dan sukses walaupun kuliah jauh
3. Gw ingin membuktikan kalo keluar dari zona nyaman itu bener bener mengajarkan banyak hal .
Nah ini alasan, sebenernya untuk pulang kerumah gw dulu tiap liburan semester pasti balik, semenjak awal semester 5 gw memutuskan untuk tidak balik. Bukannya gak kangen, tapi sayang duit men, bayangin bolak-balik harus bayar berjuta-juta, even gw sedikit agak mampu dalam hal finansial, tapi kenapa duitnya gak dipake untuk sesuatu yang bermanfaat untuk menjadi anak perantau. Is it right?. Banyak hal yang gw lakuin setelah gw memutuskan gak balik ke bali, salah satunya kemarin melakukan magang bersama 24 orang temen gw, lumayan ngirit dan nambah kegiatan lah. Tapi , banyak juga orang-orang yang menjudge gw udah gak kangen sama keluarga , hahaha pasti banyak sih yang mikir gitu tapi selalu gw jawab dengan ketawa dan senyum.
Pengalaman selama gw menjadi anak rantauan banyak banget yang mengajarkan gw arti kehidupan, mulai dari pendewasaan diri, pengontrolan emosi, persahabatan, solving problem dan banyak lagi , bahkan ini yang gw jarang peroleh di tempat kelahiran gw. Kadang mulai percaya dengan kata-kata orang, “kalo kita bisa keluar dari zona nyaman , maka kita bisa mengupgrade diri sendiri’. Nah ini, sebelum gw keluar dari zona nyaman (zona nyaman yang gw maksut, nyaman tinggal dibali, dekat dengan orang tua, dan apa yang gw inginkan mudah diperoleh), bener-bener gw mempertimbangkan berbagai keputusan agar nanti tidak menimbulkan “reckless decision”. So, akhirnya gw bisa keluar dari zona nyaman dan bertemu dengan pembelajaran hidup yang baru. Tapi, banyak yang merasakan “gw sama ajatuh kalo keluar dari zona nyaman”, it depend on yourself, lu belum sadar akan pengupgradetan level diri lu , tapi lu nanti sadar ketika lu balik ke tanah kelahiran, dan lu bisa melihat cara pemikiran orang-orang dengan pemikiran lu.
Mungkin kalo orang baca tulisan gw ini, psti banyak berpikir memang selama lu SMP bahkan SMA gak ada pendewasaan diri?, ada pendewasaan diri, bahkan gw sudah diajarkan mandiri sejak SD, karna orang tua gw itu tipikal yang tidak mau melihat anaknya menjadi manja. Bahkan gw inget , kelas 1 SMA pas itu lagi sibuk sibuknya ujian kenaikan kelas, gw ditinggal sendiri dirumah selama ujian, sekitar seminggu lebih, kakak gw sibuk dengan ospeknya, ibu gw lagi mau di operasi jantung karena katupnya bocor, bapak gw kerja dan pulang kerja ya nemenin ibu gw dirumah sakit, kadang pulang itupun sebentar Cuma mandi dan ambil pakaian ganti untuk ibu gw. Nah disana gw hanya dikasi duit jajan, nyari makan sendiri, apa apa sendiri, dan tetep fokus sama ujian, yah banyak yang gw pikirkan waktu itu dan itulah yang membuat gw bisa merantau sekarang karena sudah terbiasa sejak dini. Pembelajaran yang banyak gw peroleh itu tentang pengontrolan emosi, selama 4 tahun kuliah, gw banyak menemui berbagai karakter-karakter orang mulai dari yang baik, keras kepala, jaim,manja, egois, banyak deh, dan karena mereka, gw bisa menemui solving problem untuk berteman dengan tipe-tipe orang yang seperti itu dan mulai bisa mengontrol emosi. Permasalahan yang ada di diri gw sendiri yaitu, gw tipikal yang gabisa marah ketika emosi, gak bisa musuhin temen lebih dari sehari dan paling parah gabisa nolak ajakan temen pasti selalu bilang “oke atau iya” (sekarang udah belajar nolak ajakan temen gara-gara sering dimarahin sama temen “kalo jadi orang jangan cepet mengiyakan jod, kadang itu baik tapi kadang itu bisa dimanfaatin”. Gimana ya, jadi diri gw ini susah, kalo nolak gw yang takut bikin orang itu gak respect lagi ke gw dan selalu kasihan liat orang hahaha. Berkat banyak pengalaman, tiap ada orang dengan tipikal yang berbeda, gw jadi tahu pendekatan yang cocok .
Nah ini pengalaman gw sebagai anak perantau yang orang-orang mungkin berkata biasa saja, tapi menurut gw ini luar biasa, dan terima kasih selama 4 tahun bisa bertemu kick ass people hahaha,
“jod, gak kangen bali?”
“jod, kok gapernah pulang ke bali?”
“jod, keluarga gak kangen ya”
Honestly, gw pernah merasakan yang namanya homesick, tapi penyakit ini hanya menyerang sekitar 2 minggu dan ini di awal matrikulasi karena gw belum beradaptasi sama sekali dengan lingkungan bogor. Setelah menemukan teman, bahkan setelah menjelajah keliling bogor , gw menjadi akrab dengan bogor sebagai anak perantau. Bukan tidak mungkin kangen dengan keluarga nan jauh disana, sejujurnya gw begitu sangat kangen yang tak tertahankan bahkan di asrama gw pernah diem malem malem , dan berpikir “gimana kondisi orangtua dirumah yang sendirian”. Semenjak gw di bogor, orang tua gw tinggal berdua dan ditemani oleh seekor anjing. Kakak gw udah nikah, dan tinggal dengan suami, ya paling tidak pulang kerumah hanya sabtu-minggu itupun kalo ada waktu. Begitulah pemikiran gw, kadang sedih, kadang galau, tapi apa boleh buat kembali kepada keputusan yang gw buat dan harus dipertanggungjawabkan.
Alasan gw gamau terlalu kangen rumah :
1. Gw ingin membuktikan kalau gw bisa mandiri disini, karena gw dulu di cap anak mami ya kemana-mana selalu sama orangtua dan orang-orang gapernah percaya kalo gw bisa merantau
2. Gw ingin menunjukan kalo gw bisa berprestasi dan sukses walaupun kuliah jauh
3. Gw ingin membuktikan kalo keluar dari zona nyaman itu bener bener mengajarkan banyak hal .
Nah ini alasan, sebenernya untuk pulang kerumah gw dulu tiap liburan semester pasti balik, semenjak awal semester 5 gw memutuskan untuk tidak balik. Bukannya gak kangen, tapi sayang duit men, bayangin bolak-balik harus bayar berjuta-juta, even gw sedikit agak mampu dalam hal finansial, tapi kenapa duitnya gak dipake untuk sesuatu yang bermanfaat untuk menjadi anak perantau. Is it right?. Banyak hal yang gw lakuin setelah gw memutuskan gak balik ke bali, salah satunya kemarin melakukan magang bersama 24 orang temen gw, lumayan ngirit dan nambah kegiatan lah. Tapi , banyak juga orang-orang yang menjudge gw udah gak kangen sama keluarga , hahaha pasti banyak sih yang mikir gitu tapi selalu gw jawab dengan ketawa dan senyum.
Pengalaman selama gw menjadi anak rantauan banyak banget yang mengajarkan gw arti kehidupan, mulai dari pendewasaan diri, pengontrolan emosi, persahabatan, solving problem dan banyak lagi , bahkan ini yang gw jarang peroleh di tempat kelahiran gw. Kadang mulai percaya dengan kata-kata orang, “kalo kita bisa keluar dari zona nyaman , maka kita bisa mengupgrade diri sendiri’. Nah ini, sebelum gw keluar dari zona nyaman (zona nyaman yang gw maksut, nyaman tinggal dibali, dekat dengan orang tua, dan apa yang gw inginkan mudah diperoleh), bener-bener gw mempertimbangkan berbagai keputusan agar nanti tidak menimbulkan “reckless decision”. So, akhirnya gw bisa keluar dari zona nyaman dan bertemu dengan pembelajaran hidup yang baru. Tapi, banyak yang merasakan “gw sama ajatuh kalo keluar dari zona nyaman”, it depend on yourself, lu belum sadar akan pengupgradetan level diri lu , tapi lu nanti sadar ketika lu balik ke tanah kelahiran, dan lu bisa melihat cara pemikiran orang-orang dengan pemikiran lu.
Mungkin kalo orang baca tulisan gw ini, psti banyak berpikir memang selama lu SMP bahkan SMA gak ada pendewasaan diri?, ada pendewasaan diri, bahkan gw sudah diajarkan mandiri sejak SD, karna orang tua gw itu tipikal yang tidak mau melihat anaknya menjadi manja. Bahkan gw inget , kelas 1 SMA pas itu lagi sibuk sibuknya ujian kenaikan kelas, gw ditinggal sendiri dirumah selama ujian, sekitar seminggu lebih, kakak gw sibuk dengan ospeknya, ibu gw lagi mau di operasi jantung karena katupnya bocor, bapak gw kerja dan pulang kerja ya nemenin ibu gw dirumah sakit, kadang pulang itupun sebentar Cuma mandi dan ambil pakaian ganti untuk ibu gw. Nah disana gw hanya dikasi duit jajan, nyari makan sendiri, apa apa sendiri, dan tetep fokus sama ujian, yah banyak yang gw pikirkan waktu itu dan itulah yang membuat gw bisa merantau sekarang karena sudah terbiasa sejak dini. Pembelajaran yang banyak gw peroleh itu tentang pengontrolan emosi, selama 4 tahun kuliah, gw banyak menemui berbagai karakter-karakter orang mulai dari yang baik, keras kepala, jaim,manja, egois, banyak deh, dan karena mereka, gw bisa menemui solving problem untuk berteman dengan tipe-tipe orang yang seperti itu dan mulai bisa mengontrol emosi. Permasalahan yang ada di diri gw sendiri yaitu, gw tipikal yang gabisa marah ketika emosi, gak bisa musuhin temen lebih dari sehari dan paling parah gabisa nolak ajakan temen pasti selalu bilang “oke atau iya” (sekarang udah belajar nolak ajakan temen gara-gara sering dimarahin sama temen “kalo jadi orang jangan cepet mengiyakan jod, kadang itu baik tapi kadang itu bisa dimanfaatin”. Gimana ya, jadi diri gw ini susah, kalo nolak gw yang takut bikin orang itu gak respect lagi ke gw dan selalu kasihan liat orang hahaha. Berkat banyak pengalaman, tiap ada orang dengan tipikal yang berbeda, gw jadi tahu pendekatan yang cocok .
Nah ini pengalaman gw sebagai anak perantau yang orang-orang mungkin berkata biasa saja, tapi menurut gw ini luar biasa, dan terima kasih selama 4 tahun bisa bertemu kick ass people hahaha,
Menjadi kutu buku itu ada serunya dan ada juga gak serunya, hahaha serunya ya lu bisa jadi juara, lu bisa tahu segalanya, dan nilai juga bagus, nah gak serunya kerjaan tidur-belajar-yah main paling sama temen temen sekitar, tapi selama gw jadi kutu buku dari SD sampai SMA ( cukup sampe SMA kelas 1), gw jadi banyak punya temen dan temen yang nyari gw… lets begin my story
…
…
…
Dulu gw dikenal dengan sebutan kutu buku, yah dari SD tepatnya sd kelas 5 karena dari TK sampai SD kelas 3 gw anak yang nakal banget-nget-nget… pernah suatu ketika diajak main bola sama tetangga, nah karna gw semangat, bola yang gw tending yang harusnya menuju ke gawang lawan eh malah kena jendela rumah tetangga dan jadi pecah hahahaha…. Akhirnya orangtua gw langsung gantiin tuh kaca, respon bapak gw yang lucu “ya gapapa, lanjutin, kalo pecahin kita ganti lagi” nah semenjak itu karna gw orangnya gimana gitu kalo udh pernah buat suatu keburukan jadi gw rada jarang main bola mungkin itu terakhir kali main bola, sisanya lebih cenderung ke badminton….
…
Singkat cerita, berawal dari orang tua gw yang sering ngeliat nilai gw pas-pasan dan sering main nitendo pada masanya, ya bayangin, pulang sekolah bukannya lepas baju , gw malah langsung ambil nitendo dan melupakan yang namanya makan dll. Sekali-duakali-tiga kali masih dikasi ampun, karna gara-gara nitendo nilai ulangan gw buruk ( ya dulu orang tua masih condong ke nilai tapi sekarang udah engga ) yaudah tanpa sepengetahuan gw, itu nitendo yang jaman dulu mahal banget langsung di ungsikan sama bapak gw dan dibawa lah ke kampong halaman , ntah dikasi ke tetangga atau dijual gw gatau yang pasti itu nitendo pas gw balik dari sekolah udah hilang lenyap ( selain nitendo, gw juga dulu sering ngumpulin mobil hotwheels, bahkan sampai 20 jenis mobil ya yang tau harga mobil hotwheels jaman dulu hahaha). Semenjak saat itu, orang tua gw memperketat untuk gak kebanyakan main permainan yang literally bisa merusak mata, makanya gw dari SD sudah jarang yang namanya main PS lah atau semacamnya lah bahkan karna aturan tersebut, lama kelamaan jadi gak tertarik, paling bapak gw beliin mainan remote control pada masanya, atau Tamiya atau Beyblade yang bisa gw mainin tanpa harus focus ke permainan ( orang tua gw dulu rela banget keluar ke pasar atau mall demi nyariin gw mainan biar gak kepikiran nitendo bahkan dulu pas awal muncul remote control dan tetangga gw mainin depan gw, malemnya langsung itu mobil remote control ada dirumah gw, tapi gw jarang banget yang namanya main layangan karna ortu ketat banget kalo siang dilarang keluar rumah dan diharuskan istirahat bahkan untuk makan mie goring aja tiap hari minggu). Nah akhirnya, semenjak masuk kelas 5, gw udah mulai rajin belajar, ntah kenapa bisa serajin ini, karna gw tibatiba suka baca dan menghitung, udah deh buku menjadi permainan baru. Waktu belajar gw bener bener terkontrol dari jam 18.00-22.00 itu gw sibukkan dengan belajar untuk pelajaran besok, dan ortu gw juga mensupport kalau mau beli buku apa yang gw suka literally buku pelajaran. Saking rajinnya, awal semester 5 ( dulu SD ada semester ganjil dan genap), nah disemester ganjil ini gw yang sebelumnya Cuma bisa masuk 10 besar, tiba-tiba melonjak jadi 3 besar tepatnya ranking 3, wah disana gw bahagia banget karena jadi 3 besar selain dikenal guru terus dapet hadiah dari ortu hahahah. Semenjak berhasil masuk 3 besar, gw semakin giat untuk belajar bahkan orang tua gw mensupport dengan memberikan hadiah, kalo gasalah kalo berhasil juara 1 bakal dapet sepeda gunung atau tiket ke Jakarta langsung ( karna gw dulu kecil blm pernah kejakarta hahaha), so gw makin giat dan tambah giat. Nah selain itu, gw tertarik banget sama yang namanya matematika, as you know, dulu gw disekolahin di sekolah swasta yang terkenal di Denpasar bali, dan guru-gurunya pun bener bener expert karna orang tua gw gamau menyekolahkan gw di tempat yang biasa, kalau ada yang unggulan pasti di sekolahkan disana. Nah untuk pelajaran matematika, disekolah gw guru matematika bener bener gak ada yang namanya ngasih teori, tiap masuk ngejelasin 10 menit, abis itu langsung ulangan, selama kelas 5 sampai kelas 6, gw merupakan orang tercepat dalam menghitung aritmatika dasar , bahkan mengerjakan 1 soal hanya butuh waktu 10 detik dan gw selalu mendapatkan nilai sempurna terus selalu menjadi contoh dan selalu disuruh kedepan untuk menjawab soal-soal (FYI bukan soal matematika anak SD tapi anak smp juga) makanya gw putuskan untuk ikut olimpiade matematika. Selama kelas 5 sampai kelas 6, saking rajinnya belajar, gw berhasil naik menjadi juara 1 tanpa terkalahkan hahaha sombong ya gapapa sombong kan udah ada buktinya, bahkan guru-guru heran peningkatan gw cukup drastic terutama guru matematika gw karna gw itu bisa dibilang anak kesayangan , aw bangga lah selama SD udah juara kelas dan disayang guru pula dan dulu SD karna saking terkenal di mata guru-guru, gw diharuskan menjadi ketua kelas yapss ada kerjaan baru. Tapi, di akhir kelas 6, gw tetep jadi juara 1 tapi nilai UN gw pada saat itu bener bener rendah gatau kenapa berkebalikan dengan nilai sekolah. Nah di Denpasar which is ibukota nya bali, ada 10 smp negeri yang unggulan dan terbaik di bali bahkan banyak anak anak nya pada juara sampai nasional, pada saat itu 10 smp negeri itu berstatus RSBI ( ada English class nya) nah tapi yang inceran gw pada saat itu kalau engga smp 1 denpasar ya smp 3 denpasar, tapi karna yang digunakan nilainya itu dari kelas 4 sampai kelas 6 dan nilai kelas 4 gw jatuh banget, yasudah gw tidak bisa masuk di 2 smp itu akhirnya gw masuk di smp negeri 8 denpasar yang merupakan sekolah unggulan….(lanjut SMP).
…
…
Nah ceritanya , awal masuk smp ini gw terpilih masuk di 2 smp negeri , yang satu deket rumah yang satu lagi deket kantor bapak. Ya gw jelas pilih yang deket rumah, karna gw pengen banget ngerasain sekolah pakai sepeda tanpa antar jemput yaudah gw putuskan memilih smp deket rumah. Singkat cerita, awal masuk smp penempatan kelas bener bener random banget, ntah kenapa gw dapet kelas paling terakhir dan anak anaknya pada nakal nakal semua, karena masih ospek yaudah gw jalani. Nah cerita ospek ini yang dilaksanakan selama 3 hari, gw bener bener gaikutan ospek, kenapa? Karena sebelum ospek gw mengalami kecelakaan fatal yaitu kaki gw masuk sepeda temen pas diboncek, itu bener bener masuk, kulit telapak kaki terkelupas dan selama 3 hari lebih itu bengkak dan sulit jalan, tapi karna gw gaenak sama sekolah , ya masa murid baru diem dirumah yaudah bapak gw mau nganterin gw tiap sekolah bahkan sampai ruang kelas dan itu bener-bener gabisa jalan jadinya selama ospek gw hanya ikut yang didalam ruangan. Ospek hari pertama lewat, ospek hari kedua lewat dan itu gw banyak kenalan walaupun hanya yang di dalam ruangan karna gw gak berinteraksi dengan orang orang diluar ruangan, akhirnya ospek hari ketiga pun mulai. Di hari terakhir ospek, para siswa diwajibkan membawa hadiah untuk osisnya demi mendapatkan tanda tangan dan itu buku harus full, dan temen temen gw yang notabenenya kaya pada bawa coklat toblerone sebanyak panitia osis, GILEEE GAK TUH, gw mah Cuma bawa silverqueen satu itupun gw makan karna gw gabisa kemana-mana. Nah temen-temen gw pada kesana kemari nyari osis yang mau tanda tangani buku tugas dan gak segampang itu, ada osis yang males ngasih, ada osis yang jutek dan ada osis yang baik, dari raut wajah temen-temen gw bener bener pada capek dan lesu walaupun gw gabisa ngerasain karna kaki gw yang lagi sakit. KEAJAIBAN PUN DATANG, salah satu ketua osis tiba tiba lewat ruangan dan melihat gw duduk sendiri tanpa orang disamping, langsung deh itu ketua osis nanya dengan nada yang gatau apa-apa dan agak sedikit ngebentak, ditanya :
Ketua : “ dek, ngapain kamu diem dikelas, gak liat temen temenmu pada kelelahan nyari tanda tangan”
Gw : “ iya kak, aku dari awal sampe sekarang Cuma bisa duduk karna sempet ada kecelakaan di kaki jadi gabisa kemana-mana”
Ketua : “buku tugas udah full belom sama tanda tangan?”
Gw : “ belom kak” dalam hati, kalo gak sakit gw udah marathon nyari tandatangan
Ketua : “oke sebentar ya, aku panggilin osis yang lain”
Dan kalian tahu, semua osis berkumpul dan dating keruangan terus buku tugas gw di tandatangan tanpa gw kasi apa apa Cuma modal ucapan terima kasih. Astaga beruntung banget sih gw dibalik kesengsaraan kaki ini.
Singkat cerita, kaki gw udah sembuh dan gw bisa menjalani hari-hari layaknya siswa normal. Sebelum masuk hari pertama, sudah diumumkan ada tes untuk penempatan kelas, dan yang 30 nilainya paling bagus akan ditempatkan di kelas unggulan sisanya ya menyesuaikan kelas. Pas gw denger, alamak abis ini kaki sembuh diharuskan belajar lagi, dan kata kakak kelas, ini ujian masuknya bener-bener soalnya itu bukan soal matematika SD tapi soal matematika kelas 2 dan kelas 3 digabung. Ah iyyaaaa, dalam hati gw “anjir, ini cobaan apalagi, kalo matematika bisa lah ya tapi yang lain”, yaudah pulang sekolah gw Cuma belajar apa yang gw bisa, dan pada saat itu belum ada dibagiin buku smp jadi gw Cuma minjem buku kakak gw (gw dan kakak gw dan adik gw perbedaan umurnya Cuma 3 tahun).
…
Nah masuk hari dimana tes dimulai, dan gw ditempatin di kelas paling belakang bareng temen gw yang dulu sd nya bersebelahan namanya INDRA, yaps itu nama tengah gw hhahah. Tes pun dimulai betapa kagetnya ini soal campur matematika, fisika, biologi, bhs inggris, dan ilmu social. Gw kerjaindah itu satu satu, gw utamain yang bisa gw jawab terutama bidang sains, terus yang gak bisa gw jawab gw pake hitungan kancing. BODOHNYA gw jawab semua padahal ada system minus , bener bener kayak bukan soal anak sd yang baru masuk smp, alamak gw mikir bakal ditempatin di kelas akhir yasudah emang gak sepinter pas sd beda sama kualitas anak lain. Esok harinya pun pengumuman penempatan kelas (ini belom masuk ke pelajaran baru masuk ke penempatan kayak Hogwarts). Yang diumumin itu 10 orang dengan nilai tertinggi yang bisa masuk kelas unggulan, yasudah lah ya gw hanya bisa pasrah dan bisa berdoa walaupun terakhir yang penting masuk di 30 anak unggulan. Peringkat 1,2,3 udah diumumin dan itu cewe, terus gw sama temen gw indra tetep bercanda padahal hati gelisah, dan posisi 4 pun diumumin, ternyata si INDRA ada di posisi 4, anjayy gw gabisa bareng lagi . yahhh, dan posisi 5 pun diumumin, kaget+seneng+gak nyangka ternyata gw diurutan nomer 5, anjay, sebegitu pinterkah uing ngelawan semua siswa dari sd yang berbeda dan hanya disaring 30 besar untuk masuk ke kelas unggul. Wah gw seneng dan bangga, karna posisi 1-3 orang-orangnya keliatan banget pinter hahaha.
…
Akhirnya gw pun menjalani menjadi anak smp yang sekolah pagi dan pulang siang, dan jiwa kutu buku gw masih ada semenjak gw di kelas unggulan dan diharuskan harus bertahan karna kalo turun aja dari 30 besar bakal dipindahin kekelas yang bukan unggulan, terus begitu di rombak terus sesuai peringkat. Dan untungnya dengan gigih dan semangat kutu buku, gw berhasil menjadi juara umum urutan ke 5 di kelas 7 ( kelas 1 smp). Kemudian masuk ke kelas 8, di kelas 8 ini kelas yang menurut gw pelajarannya asik, gak susah susah amat, dan disini gw lumayan beruntung karna banyak penghargaan yang gw peroleh, yaitu di kelas 8 gw bisa naik peringkat menjadi juara umum 2 selama 2 semester, dan nilai gw sama INDRA ( oiya temen gw ini ternyata pinter pake banget, dia juara umum 1 dari kelas 7 sampe kelas 9, juara olimpiade biologi, dan menjadi murid teladan kalo gasalah juara 4 se-bali apa sekota Denpasar lupa yah pokoknya pinter tapi di blog ini bukan bahas indra melainkan gw hahaha). Balik lagi, nah gw urutan ke dua dan indra urutan pertama dan nilai gw sama indra bener bener beda tipis banget sampai guru smp gw pun bilang persaingan sengit. Selain juara umum 2, gw pernah memperoleh nilai 100 mata pelajaran matematika , dan itu Cuma gw seorang se-Kota Denpasar pada saat diadakan ulang umum bersama smp se-Kota Denpasar. Gw sih taunya dari siswa dari kelas lain karna kelas lain yang heboh duluan sedangkan kelas gw gatau apa-apa karna kita fokusnya beda, eh tau tau pas gw intip, beneran dapet 100 dong, hahahaha hebat gak sih. Oiya , tiba tiba guru gw manggil tuh gw sama indra untuk jadi calon murid teladan dari smp untuk di perlombakan di tingkat kota Denpasar, gw lupa karna apa pas itu dan ada tragedi apa, jadinya gw mengundurkan diri dan memang INDRA yang cocok untuk jadi murid teladan. Hari-hari yang gw isi bukan hanya belajar, tapi gw juga berkecimpung di dunia OSIS terus ikut organisasi PMR kalau waktu SD gw ikutnya banyak ada drumband, pancake silat, pramuka. Nah di kelas 8 ini, gw terkenal banget sebagai anak yang pinter atau genius lah, sampai2 saking kepedeannya, nama email gw dulu jodi.genius@yahoo.com hahahaha random banget gak sih dana lay pada masanya. Dulu SD gw ikutan tuh yang namanya olimpiade matematika, tapi semenjak smp, kemampuan matematika gw kurang dan gw milih fisika, terus gw ikut OSN tapi baru tingkat kabupaten pun gak lolos, yang dipilih 20 besar dan gw peringkat 24, sungguh terlalu.akhirnya temen gw INDRA , tepatnya tantenya, kenapa akrab karna gw sering belajar bareng indra bahkan sampai kerumahnya, literally sahabat gw sampai SMA bahkan sampai sekarang. Nah diajak tuh gw untuk ikut olimpiade biologi tingkat smp di universitas udayana, dan kalian tahu, itu lomba se-bali dang w belum punya bakat biologi terus denger2 soal yang dikeluarkan itu materi SMA. Yaudah besoknya berangkat lomba, malemnya gw belajar ngebut hanya dengan meminjam buku dari kakak gw sedangkan INDRA mah tantenya dosen jadi doi banyak buku dan gw pada saat itu belum mengenal Campbell sedangkan indra temen gw udah mulai baca Campbell, tau kan yang otaknya maju duluan siapa. Esok harinya , gw sama indra berangkat bareng dan kita ijin dari pihak sekolah, ijinnya lomba tapi bukan dari sekolah Cuma membawa nama sekolah. Singkat cerita, lomba pun dimulai, dan bener apa yang gw baca kemarin bener bener ada tapi gw hanya tau sekilas , yaudah gw jawab deh yang gw tau. Oke lomba ini yang dipilih 15 besar untuk ikut tahap final, dan gw sama indra akhirnya masuk , gw urutan 10 dan indra urutan 9 ( kalo gasalah), disana gw merasa anjir hebat banget yak gw hahhaa. Tahap final pun dimulai dan almost soalnya langsung di lab , dan gw belum belajar praktik apa apa, hanya tau teori, mampus lah. Sedangkan lawan2 gw semua as you know, mereka dari smp 1 denpasar dan 3 denpasar yang notabenenya anak olimpiade nasional dan internasional, disitulah gw kadang bangga dan kadang down. Pengumuman juara pun dimulai, dan seperti yang gw bilang indra itu emang pinter bahkan dia berhasil menjadi juara 1 mengalahkan anak anak olimpiade lainnya padahal status kita berdua masih pemula, gw sih pemula banget kalau indra mah udah pinter, sehabis pengumuman juara, panitia pun bilang yang masuk 10 besar tahap final , mendapatkan free pass masuk universitas udayana departemen biologi, ya gw piker, gw baru smp dan ini free pass kuliah, pasti udah kadaluarsa, setelah mengecek list , ternyata gw masuk 10 besar dan peringkat 10 hahaha disitu gw bangga sih, pemula tapi bisa di tahap yang-menjawab-soal-anak-SMA-oleh-anak-SMP, dan semenjak lomba ini, gw udah mulai baca Campbell sebelum masuk SMA karna gw punya tekad bisa ngabisin 3 jilid Campbell sebelum ke SMA
(kelas 9)
…
Di kelas 9 ini, ada perasaan sedih dan juga bangga, kenapa sedih? Di kelas 9 ini, gw kehilangan sebagian kebahagiaan gw selama hidup, yaitu adik kandung gw meninggal di umur 11 tahun dan dia akan memasuki masuk SMP, meninggal karena kanker darah. Disitu , gw merasa gak nyangka bisa kehilangan secepat itu, dan selama 2 tahun gw belom bisa mengikhlaskan kepergian adik gw, dan tiap gw lihat anak SD sampai sekarang pun gw selalu berpikir, coba adik gw masih hidup. Bahkan, ortu gw pun sempet sedih terus-terusan bahkan nangis tiap malem karna belum bisa melepaskan, sampai baju adik gw yang masih ada keringetnya , gabole dikubur karna belum bisa ikhlas. Semenjak itu, semua nilai gw turun, gw gak mood apa apa, dan tuhan seperti membalikan roda kehidupan, yang awalnya prestasi gw diatas, sekarang di bawah. Dari ranking gw turun , nilai ulangan selalu gak memuaskan bahkan gw untuk belajar aja gak mood. Tapi untungnya, temen temen gw selalu support gw dikala down dan gw bisa bangkit lagi walaupun gak secemerlang dulu, bener-bener semua hilang gatau kemana. Nah, abis sedih sedih, berita bahagianya tetep ada, gw berhasil bersama team sains, memperoleh juara 2 lomba sains tingkat nasional, dan pada saat itu gw bagian fisika, indra bagian biologi dan kimia , dan temen gw Michael (campuran belanda dan banyuwangi) bagian matematika, dan pada saat itu akhirnya team gw bisa memperoleh juara 2, dan kita bisa dapet free pass masuk SMA negeri 3 denpasar yang notabenenya sma paling unggul di bali dan terbaik di bali. Selain itu, sebelum ujian nasional berlangsung, gw dan indra tiba tiba dipanggil ke ruang guru untuk menemui salah satu guru, dan pada saat itu gw kaget, gapernah berbuat salah Cuma bisanya belajar doing. Akhirnya kami berdua pun menghadap keruangan, dan ternyata guru smp gw bilang kalau salah satu sma negeri di Denpasar yang unggul dan terbaik serta banyak anak hits disana sebut aja sma negeri 1 denpasar, mengirimkan surat agar gw dan indra menjadi siswa disana tanpa harus tes dan langsung masuk. Kemudian gw sama indra kaget, dimana orang-orang untuk mencari 3 sma unggulan di bali ( sma 1, 3 dan 4 denpasar) harus belajar, berusaha, dan nilai bagus, sedangkan gw dan indra ditawarkan masuk di dua sma ternama di Denpasar bahkan di bali. Ini kado terindah gw selama jadi siswa, dan gw bener bener bangga karna gw gak harus membebani orang tua untuk mencari sekolah unggulan karna bukan kita yang mencari tapi mereka lah yang mencari. Akhirnya gw pun menghubungi orangtua gw untuk membantu memilih sma mana yang pas, akhirnya jatuh lah ke sman negeri 3 denpasar yang paling deket banget sama rumah hanya jalan kaki . Disini gw bener bener bahagia, dibalik kesedihan yang menimpa keluarga gw, tuhan memberikan hadiah istimewa untuk keluarga gw .
…
Ujian nasional smp pun berlalu, dan karna gw udah keterima di 2 sma negeri, jadi untuk un gw gak terlalu memfokuskan tapi tetep agar tidak jelek nilainya….
…
Lanjut di SMA, awal masuk SMA sama seperti gw masuk smp, ditempatkan di kelas 2 terakhir dan nanti ada tes untuk masuk kelas ipa atau ips. Semenjak sma, gw bukan lagi kutu buku yang rajin belajar, gw balik lagi seperti dulu yang belajar kalau mood dan masih mengejar untuk menjadi juara di olimpiade biologi. Di sma kelas 10, gw berhasil menjadi juara kelas di kelas gw (yakali kelas orang lain), terus untuk naik ke kelas 11 , ada test uh yang milih IPA dan IPS, dan yang milih IPA juga ada tes masuk kelas mana dan kelas unggulan ya di kelas A, tapi karna gw gak lagi kutu buku, gw Cuma hopeless aja masuk kelas mana, sejujurnya semenjak SMA gw gak sebegitu perhatian sama juara, ya selama SMA gw Cuma belajar seperti biasa, mengerjakan tugas seperti biasa dll. Eh ternyata salah, gak ada tes deng untuk masuk kelas ipa dan ips hanya berdasarkan nilai semenjak kelas 10. Yaps , absolutely gw masuk kelas IPA unggulan karna gw pas kelas 10 menjadi juara kelas. Rada seneng tapi rada takut karna di kelas unggulan sekarang, yang masuk bener-bener anak anak yang cerdas bukan kaleng-kalengan, yah gw seperti biasa harus belajar keras Cuma tidak sekeras seperti sebelumnya. Ntah kenapa niat belajar gw mulai berkurang.
..
Hari demi hari gw lalui, di kelas 11 dan dikelas 12, gw bener bener Cuma bisa masuk ranking 20 besar gabisa 3 besar lagi, karna focus gw ada 2, yang pertama memperoleh prestasi di bidang biologi, dan yang kedua menuju perguruan tinggi negeri yang pada saat itu gw masih mengejar-ngejar kedokteran. Yah selama kelas 11 dan 12, gw selalu jarang hadir di kelas karena sering ijin untuk ikut lomba kesana kesini, hasil lombanya, gw meraih juara 1 ajang science camp yang dilaksanakan oleh universitas udayana pada saat itu dan itupun ber-team, yang kedua gw masuk 10 besar olimpiade biologi di universitas udayana sama seperti smp kemarin, dan gw mendapatkan golden tiket untuk bebas masuk tanpa tes apapun, yang ketiga gw hanya bisa sampai tahap semi-final olimpiade biologi di malang dan kalahnya karna praktik bukan teori, dan kembali lagi gagal di ajang olimpiade nasional itupun tingkat kabupaten, seakan-akan gw tidak jodoh untuk ikut osn.
…
Di kelas 11 cita-cita gw masuk dunia kedokteran masih tinggi, tapi tiap gw ikut lomba kedokteran selalu gak lolos dan hanya buang-buang duit beda sama ikut lomba biologi. Cara gw tes kemampuan, bukan dari ikut les sana-sini, karena gw bukan tipe orang yang bisa belajar dengan ikut les seperti itu, malah gw gak bisa belajar dengan cara seperti itu, yang gw lakuin untuk menguji diri sendiri yaitu dengan lomba , karna dengan lomba kita bisa tahu kemampuan kita dan kemampuan orang lain. Disitulah gw merasa bodoh untuk masuk dunia kedokteran, walaupun memiliki prestasi tapi gw merasa gak yakin di dunia kedokteran. Dan pada saat itu, kelas 12 pun dimulai, disana bener bener milih harus kedokteran atau diluar kedokteran. Pertimbangan gw pertama gw kuliah harus nyaman, gabole nyusahin orang tua dan ketiga gw harus bisa mandiri terus gw gamau dibali karna kalo di bali kapan bisa mandiri. Akhirnya gw memutuskan untuk memilih Institut Pertanian Bogor, alasannya, karna pertama pertanian gak jauh dari bidang yang gw suka yaitu biologi, yang kedua kuliah di bogor jauh dari orangtua gw bisa hidup mandiri dan bisa tahu pulau jawa, yang ketiga karna gw tertarik dengan ilmu genetika di pertanian IPB, bcause I love so much anythings about genetic. Yah itu pilihan gw , pilihan itu tanpa campur tangan orang tua, karena orang tua dan keluarga besar gw tetap berpegang teguh dengan kedokteran dan sudah menyiapkan dana untuk masuk kedokteran.
…
Singkat cerita
..
Akhirnya masa masa ujian nasional 20 paket di SMA pun berakhir dan nilai pun keluar, yah gw berhasil memperoleh 3 nilai 9 dari 3 matapelajaran yang gw lupa apa aja yang pasti fisika gw dapet 9. Setelah dinyatakan lulus, pengumuman snmptn (undangan) belum ada nih, nah seminggu kemudian, temen sma gw di grup line blg kalo pengumuman snmptn udah ada, dan gw buka , taraaaaaaaaaaaaaa………. Gw akhirnya masuk ke IPB bogor, yah bersyukur deh, padahal bukan kedokteran karna di pilhan pertama dan kedua gw isi IPB dan dipilihan ketiga gw isi kedokteran karena gw gamau masuk kedokteran walaupun paman gw ada backingan agar gw bisa lolos, tapi gw memilih lolos dengan keringat sendiri. Setelah lolos, gw kasih tau ortu dong, dan respon orangtua gw bener bener nolak senolak nolaknya tapi dengan halus, gw dibujuklah kedokteran dengan tes sbmptn, terus dibujuk dengan banyak cara gimana caranya gw bisa masuk kedokteran, selama 3 hari selalu dibujuk, akhirnya gw kasi tau, IPB itu universitas ternama di Indonesia dan masuk 3 besar, dan gw pengen banget hidup mandiri dan merasakan merantau terus bisa tahu pulau jawa dan sekitarnya. Terus, agar ortu gw mengijinkan , gw bener-bener bikin janji kepada orang tua kalau gw selama kuliah bakal lulus tepat waktu, bisa berprestasi seperti sebelumnya dan bisa mandiri, akhirnya orang tua gw luluh dan mengijinkan, terus berangkat deh menuju bogor. (next part kuliah bakal gw ceritain kisah sukaduka).
…
…
Jadi kesimpulan yang gw dapet, tidak selamanya menjadi kutu buku itu menyedihkan, nah gw, selama sd sampai SMA, gw malah punya banyak temen, dan bukannya sombong, temen2 pada suka berteman sama gw bahkan mereka yang dateng bukan gw yang dateng. Dan enaknya jadi kutu buku, dari sd sampai masuk perguruan tinggi, gw selalu sekolah di tempat yang unggulan berkat kerja keras belajar selama ini, memperoleh prestasi yang bagus, bisa terkenal dimanapun gw sekolah dan terpenting tidak membebani orang tua dan bisa membahagiakan orang tua karna prinsip gw hidup…
“gw gamau membebani siapapun, ntah temen, sahabat ataupun orang tua, selama gua bisa ngelakuin sendiri bahkan ketika gw sakit sekalipun, gw akan mandiri dan ngelakuin sendiri” FYI, gw pernah jatuh dan kaki gw bener bener rusak kulitnya dan itu gw gak ngomong ke orangtua gw diemin sampe darah ngucur, dan orang tua gw tahu pas gw tidur karna kaki gw kelihatan banget, dan bangun2 ortu gw udah didepan mata terus marahin gw kenapa luka segede ini gw gak bilang.
…
Sekian cerita perjalanan dari SD sampai masuk kuliah, dan sejujurnya gw orangnya ambivert, kalo dirumah introvert banget tapi kalo di luar extrovert banget, kalo kalian yang kenal gw selalu bilang hidup gw bahagia dan gapernah sedih, karna itu tadi, masalah gw ya gw sendiri yang tau, gua gak ingin ortu tahu apalagi temen bahkan sahabat deket gw, karna gw percaya, kalo kita tidak membebani orang, maka tuhan juga tidak menambah beban kita . Dan sekarang gw tumbuh menjadi pemuda yang berani, dan mandiri
..
Untuk cerita jaman kuliah, nanti gw buat ceritanya …
pernah gak sih lu berpikir hidup itu sangat gabut ( tidak mempunyai pekerjaan sama sekali ) dan seringkali orang berpikir “ my life is useless”. Ntah kenapa gw pengen ngeshare pengalaman mengenai waktu luang/gabut/free time but this is my opinion.
....
....
....
Sedikit cerita, pengalaman gw ketika kuliah, terutama waktu memasuki masa masa skripsi, dimana di kampus yang gw pilih dan di departemen gw untuk menuju tahap skripsi ini ada namanya kolokium ( seminar proposal), penelitian ( karena mahasiswa pertanian jadi ada yang penelitian lamanya tidak tentu dan ada yang magang langsung di kebun entah itu kebun sawit/the/tanaman hias it depends on student), setelah penelitian lanjut menuju seminar hasil ( jadi mempresentasikan apa hasil selama penelitian atau selama magang) dan terakhir sidang (ini yang mahasiswa pada umumnya sering dihindarkan) terakhir skripsi. Sedikit cerita, gw memulai awal mula skripsi di awal masuk semester 8 (fyi di kampus gw, semester 7 masih ada kuliah tapi boleh parttime sambal ngerjain untuk kolokium), nah pada semester ini, gw sudah memasuki tahap mengerjakan proposal dan tema yang gw ambil cukup sulit yaitu menguji inbreeding depression pada jagung , literally tentang genetika. Pada saat diberikan topik dengan dosen pembimbing, ya gw sih biasa biasa aja karna ini tantangan dan I love challenge. Terus hari demi hari setelah proposal selesai, mulai lah itu yang namanya menemui dosen pembimbing, yaps sedikit cerita dosen pembimbingku dua yaitu bapak professor dan satunya ibu yang akan menuju S3. Dan akhirnya gw menemui dosen , dan taraaaaa………. Proposalku di coret karena ada kesalahan, oke gak masalah karna coretan pertama. Hari demi hari, coretan demi coretan terus ada which is 5 kali bahkan 6 kali coretan itupun baru dari 1 dosen. Hmmm… disaat seperti ini sering berpikir, kenapa harus ada yang namanya skripsi . Terus, tiap gw ngeliat semua temen temen udah pada kolokium dan they said “ gw sekali kasi langsung di approved sama dosen, waduh lu lama bener”, disaat itu bikin moodku makin kacau dan berantakan.
Singkat cerita , setelah dengan satu pembimbing selesai, nah bagian gw menunjukan hasil revisian dari pembimbing sebelumnya , ntah kenapa atau gimana ceritanya , tibatiba gw disidang dadakan di ruangannya, dan pada saat itu gw bener-bener nge-blank mengenai proposal yang akan menjadi skripsi gw nanti, akhirnya dosen gw ini pun mengusulkan untuk gw belajar lagi, bener-bener mengerti apa topik dan apa yang gw tulis dan bener-bener ahli di bidangnya. Perasaan malu dan kesal kenapa gw gak belajar sebelumnya menghantarkan gw menuju perpustakaan kampus sampe pukul 8 malem. Haha… se-jarang ini ke perpustakaan karna tiap kuliah kerjaanya Cuma nyari wifi bukan baca buku, tapi sekarang bener-bener baca buku bahkan gw baca buku yang ancient banget tentang inbreeding depression dengan kertas yang berwarna agak kekuningan dan bau bau sudah otw lapuk and this book full of English. Malam itu, gw minjem sekitar 6 buku, which is lima buku full English dan 1 bukunya Indonesia tapi jurnal. Oke semalaman gw meresapi dan gw cari apa yang dosen gw ingin dan tentang topik yang gw angkat sekaligus untuk persiapan seminar kedepan.
Akhirnya gw pun segera menemui dosen ( pada saat itu dikasi waktu 3 hari untuk belajar sebelum disidang dan gw bener bener focus dengan ke enam buku itu, as you know, Cuma gw yang ada disidang sebelum kolokium , temen2 gw yang lain pada lancer-lancar amat), dan pada saat disidang, gw dengan berani menjelaskan apa maksut dan tujuan tulisan proposal itu, walaupun dengan teknik bicara yang agak sedikit gagap karna nervous, akhirnya dosen gw menerima dan approved untuk bisa seminar proposal, hahhhhhh gw bangga, perjuangan seminar proposal pun bisa gw selesaikan.
Eitssssssss…………belum selesaiii…..
Gw persingkat cerita, setelah seminar proposal dilaksanakan dan gw bisa menjawab semua pertanyaan dari audience, akhirnya lanjut ke tahap penelitian. Kalau cerita tahap penelitian apalagi dengan topik jagung, jangan harap selama 3 bulan kalian bisa seperti anak anak kuliah pada umumnya, karena disini lah tantangan kedua. Di penelitian ini, gw harus menanam jagung sebanyak 29x10x3 (lets calculate yapss 870 jagung), dan ini yang ngurus semua gw sendiri, ngerawat juga sendiri pokoknya apa apa sendiri dan harus dijaga sampai 3 bulan kedepan. Im so grateful , di penelitian ini banyak temen-temen yang care banget sama gw, dari penanaman di bantu padahal hujan-hujanan, kemudian perawatan juga dibantu dan panen pun dibantu. Pokoknya di situasi ini gw harus berjuang dan tetep semangat walaupun diterpa hujan, panasnya matahari, dll.
Setelah 3 bulan berlalu, gw akhirnya bisa merasakan hidup normal seperti sedia kala dan gak harus panas-panasan lagi hahaha, yaps sekarang memasuki masa-masa input data dan olah data. FYI di tahap ini pas banget sama yang namanya libur lebaran, karna gw belum mau balik kalau belum selesai semua padahal orang tua udah nyuruh balik, ya gw berkutat dengan data-data ini yang semua ini adalah angka dan huruf. Sempet merasa semangat hilang karna yang gw liat di story Instagram ( ig gw id nya jodiindra) banyak temen-temen yang liburan disaat gw tidak liburan dan disana lah gw merasa iri tapi inget lagi sama orangtua karna disini gw bukan bersenang-senang tapi disini gw punya tanggung jawab untuk lulus dan bahagiain ortu. Untungnya bukan hanya gw aja yang gak ngambil liburan , masi ada temen-temen gw lainnya yang masih berkutat di lab, so ya gw ada temen .
Masa-masa olah data gw lewati dan kerjaan gw skrng itu menulis untuk seminar hasil. Sering bolak-balik kampus, nanya temen gimana buat bahas, dan memberanikan diri untuk belajar secara private dengan dosen pemuliaan tanaman how to solve this problem. Untungnya, dosen dosen disini memang baik dan mau mengajarkan secara langsung tanpa basa-basi. So ya akhirnya pelaksanaan seminar hasilpun selesai. Kemudian lanjut ke sidang , ntah kenapa di tahap sidang ini gw lagi beruntung karna kedua dosen gw mengiyakan dengan cepat dan menentukan jadwal sidang dan disini gw bener-bener diem dikosan tanpa hangout kesana kemari agar pelaksanaan sidang lancer. Yapss, akhirnya sidangpun selesai, dan gw dinyatakan lulus TAPI masih ada revisiann so banyak sekali.
Nah ditahap ini, ditahap selesai sidang ini lah masa masa kesabaran gw di uji. Terutama dengan dosen pertama gw yaitu bapak professor, karna revisian dengan pembimbing kedua gw sudah tuntas. Selama revisian dengan dosen pertama gw ini, harus tahu mengenai waktu si bapak di kampus dang w harus stay dikampus, kadang kala harus kerumah jika sibapak tidak sempat ke kampus but its no problem for me. Tapi suatu ketika pernah kejadian, gw dikampus dari pagi dan langsung chat dosen pembimbing satu untuk melihat hasil revisian , dan chatnya dengan sopan banget ( bahkan dengan kating aja yang blm kenal sesopan seperti dengan dosen), akhirnya blm di bales dan disaat gw lagi kumpul bareng temen, yaps dosen gw pun membalas, dan isi balasnnya “ temui saya di univ pakuan , saya beri waktu 30 menit”. Pas gw baca , gw bingung, gw kesana apa besok aja gw temuin, tapi kalo gak kesana gw kaga lulus lulus akhirnya gw mengorbankan waktu untuk bisa ketemu bapak, dan pada saat itu pukul 13.00 so gw harus sampe pukul 13.30. kalian bisa lihat jarak antara IPB dramaga dengan univ pakuan, disiang hari jam 13.00 literally itu macet pisan, dan disaat itu skill motor gw dipertaruhkan dengan skripsi dan masa depan. Di saat itu gw gapeduli yang namanya macet, yang penting terobos dan pada saat itu gw gapeduli panas yang penting sampai , yang gw yakin pas itu pasti sibapak langsung tanda tangan skripsi gw. Setelah sampai disana, dengan penuh sembrautan muka tapi di depan dosen pura pura tidak trjadi apa-apa, ternyata…….masih direvisi lagi. ARGHHHHHH!!! Kesel bercampur capek campur aduk kayak es campur tapi gw tetep inget ortu dan gw percaya ini pengorbanan orang-orang juga selama skripsi dang w gabole ngeluh. Tiap ketemu orang , gw gamau yang namanya bahas bahas perjuangan gw selama ini dan selalu gw masang muka happy dan ketawa biar bisa bikin perasaan tenang. Akhirnya dosen gw pun chat gw, disuruh kerumahnya untuk membawa hasil revisian jam 7 malam, oke gw baru balik terus sorenya gw mesti kerumahnya. Tancap gass lahh, pukul 18.20 gw berangkat karena rumahnya lumayan deket dari cibanteng-ciomas, dan pada saat itu hujan deres disertai macet angkot, gw rela hujan hujanan karna lupa bawa jas hujan , untungnya gak deres2 banget. Karna masih jam 18.35, gw berhenti sebentar sambil istirahat dan mengecek hp, EH TERNYATAAA, BAPAK MEMBATALKAN KARNA LAGI DILUAR BERSAMA KELUARGA AKHIRNYA DISURUH BESOK PAGI JAM 7. Yapsss, gw balik ke kosan , dan perasaan gw pada saat itu sejujurnya pengen nangis se nangis nangisnya tapi gw gabisa dang w gamau cerita kesiapa-siapa apalagi ke orangtua, karena beban mereka lebih berat apalagi kalo gw cerita ke temen-temen gw walaupun ke sahabat gw sekalipun, beban mereka aja udah berat gak mungkin gw cerita lagi kan , karna prinsip hidup gw gamau nambah beban orang selagi diri sendiri bisa menyelesaikan.
Esok paginya pun gw jam 5 pagi udah bangun, mengecek kesalahan apakah ada atau ndak dan mengecek berkas berkas. Gw bergegas untuk berangkat menuju rumah dosen pembimbing gw,dan sesampainya di depan rumah, bapak langsung tahu kalau itu gw dan disuruh masuk rumah , akhirnya keajaiban pun terjadi, skripsi gw di tanda tangan setelah berhari-hari menerpa panas hujan dan kemacetan disana gw berasa bener-bener plong dan kalian tahu apa yang bapak professor ucapkan “ saya hargai perjuangan kamu, dan ini lah yang namanya berjuang. Tidak selamanya dosen yang harus mengejar-ngejar mahasiswa, tapi mahasiswa lah yang harus berjuang untuk masa depannya, kalau saya tidak dari awal menguji kamu,sampai sekarang, mungkin kamu tidak tahu betapa berharganya skripsi kamu karena kamu benar benar berjuang”.inilah ucapan terima kasih sebesar-besarnya gw sehingga sekarang bisa sarjana dan bisa membuat kedua orang tua gw tersenyum bangga.
…….
Disitulah gw benar-benar bersyukur dengan tuhan karena gw diberikan dua dosen pembimbing yang benar-benar membimbing gw di tahap akhir, dan kedua dosen pembimbing gw ini mengajarkan bahwa “hidup itu harus berjuang, tidak selamanya hidup itu menggantungkan pada keberuntungan atau kepada orang lain, mimpimu untuk lulus ya harus kamu yang memperjuangkan, bukan orangtua dan bukan orang lain. Tapi kamu. Kalau kamu sebagai mahasiswa yang hanya ingin lulus saja tanpa berjuang, skripsi kamu tidak ada harganya, tapi kalau kamu berjuang sungguh-sungguh, demi lulus dan demi membahagiakan orang tua dan orang-orang sekitar, saya yakin suatu saat nanti kamu pasti benar-benar menghargai isi skripsi kamu, karena ini bukan hanya skripsi , dan bukan hanya sekedar tanda tangan, tapi disana ada perjuangan, ada tetesan keringat dan air mata yang kamu rela keluarkan demi mimpi dan membahagiakan orang orang tercinta”
Dan disini gw belajar, tuhan itu adil, tuhan selalu memberikan freetime di kehidupanmu, mungkin yang kamu lihat orang lain lancar, tapi kamu engga, atau mungkin orang lihat dia baru lulus udah kerja sedangkan kamu engga, tuhan memberikan kondisi “freetime” agar kamu bisa lebih mematangkan persiapan dan gw percaya ini, disaat gw kolokium paling akhir disaat itu tuhan memang belum memberikan gw hidayah kolokium cepat karena masih ada yang perlu gw persiapkan dan itu benar adanya, sampai suatu ketika gw sangat recognize with my sacrifice, dengan pengorbanan gw , akhirnya gw bisa wisuda tepat pada waktunya dan hadiah terindah pada saat melihat senyuman ortu gw kalau gw bisa juga wisuda dan gw sangat bahagia, inilah perjuangan yang harus gw ingat, dan semua perjalanan ini serta “freetime” yang tuhan berikan ke gw bukan semata-mata mengajarkan gw untuk menjadi useless, tapi mengajarkan gw untuk lebih mempersiapkan diri gw menjadi lebih siap untuk mencapai yang ingin gw capai.
.
Moto hidup gw
“if you give up, you’re loser forever and if you struggle with all your sacrifice you’re the best in the world” choose what you want, be a loser or be the best, it’s depend on yourself.
.
.
.
more information please comment below or dm on instagram "jodiindra"
hopefully you enjoy with my story
.
i dedicated this photo for my beloved lecturer, who was taught me about all the lesson from their life for my future
.......
"loe mau kuliah apa?"
"ngapain milih jurusan itu, emang nanti bisa kerja"
"yaelah , gak gaul bangetsih jurusan lu"
'jauh amat kuliah, ujung2nya pengangguran"
"gausah serius, nanti juga kerja gak sama kayak ijazah"
"jangan kuliah jauh-jauh, nanti pergaulannya gak bagus"
......
pernah gak sih kalian yang mau rencana kuliah tapi disuguhkan pertanyaan seputar diatas atau lain dari itu tapi intinya sama? or ditanya-tanya yang bisa bikin kita jadi down duluan padahal belum mencoba. terkadang seseorang itu mudah sekali berubah pikiran dalam menentukan dimana harus kuliah dan jurusan apa yang dipilih, is it right?. yaps, benar sekali, hampir semua orang juga mengalami hal yang sama, ada yang kuliah terpaksa, ada yang kuliah salah jurusan karna ngikutin pacar/orangtua/trend, ada juga yang kuliah agar nama belakangnya panjang alias hanya mencari "good title". sebenarnya apasih manfaat kuliah bagi kalian? nah ini yang selama ini aku sering renungkan selama kuliah, dan menurutku sendiri , kuliah adalah suatu jalan untuk memantapkan ilmu yang selama ini ada di dalam diri kita agar nanti bisa berguna di masyarakat entah itu dalam lingkup kerja atau yang lainnya, dan perlu diingatkan lagi apapun dan dimanapun tempat kuliah yang kalian pilih selalu ingat, what i get from there and why i choose it. oke, sekarang aku bakal kasih beberapa tips dalam memilih tempat kuliah biar selama kuliah tidak bosen dan sesuai dengan yang diinginkan :
1. selalu berdoa dan minta restu
ini yang menjadi modal utama untuk mendapatkan tempat kuliah yang baik. selalu berdoa kepada sang pencipta, dan jangan lupa minta doa restu orangtua serta harus ada usaha agar tidak sia-sia
2. pilihlah tempat kuliah sesuai passion, bukan sesuai trend/kemauan orangtua
jadi dalam memilih kuliah, kalian jangan memilih karna tempat kuliah itu banyak artisnya atau lulusan disana banyak yang langsung dapat kerja atau karna orangtua kalian walaupun pilihan orang tua selalu baik yang semua itu tidak sesuai dengan passion atau tidak sesuai dengan hati nuranimu sendiri, yang ada waktu kalian kuliah disana malah kalian tidak bahagia dan berujung pada Drop Out. pilihlah tempat kuliah sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki, kelebihan yang selama ini kamu pendam dan passion yang selama ini ada dalam dirimu. jangan mengikuti teman , dan selalu ikuti kata hati, karna kembali lagi ke diri masing-masing, jika kita belajar sesuai hari maka seterusnya akan lancar.
3. pilihlah sesuai dengan GOALS kedepan
nah ini penting sekali, dalam pemilihan tempat kuliah, selalu pilih tujuan apa kedepan setelah kamu kuliah. jadi, jika kamu tahu goal dan tahu dimana harus memantapkan goals tersebut, kamu bisa lebih fokus pada rencana kedepan
4. rajin dalam mencari informasi tempat kuliah
bagi kalian yang ingin kuliah di suatu tempat,jangan sampai malas untuk mencari-cari informasi , misalnya seputar kuota penampungan , keadaan lingkungan atau seputar beasiswa. nah ini sangat penting, bagi yang kurang mampu secara finansial tapi ingin kuliah di PTN ternama di Indonesia atau Di luar Indonesia, jangan takut, sekarang tiap kampus , sudah banyak beasiswa yang bisa diberikan untuk kalian yang kurang mampu tapi ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, jadi jangan takut untuk tidak bisa kuliah dan jangan cepat-cepat untuk mengubur impian karena tuhan selalu memberikan jalan.
5. jangan patah semangat dan selalu berpikir positif
banyak hal yang membuat kaula muda semangatnya turun ketika mereka tidak memperoleh tempat kuliah seperti yang diinginkan, dan alhasil banyak yang stres bahkan hingga melakukan hal yang tidak-tidak. nah mulai sekarang, ubah mindset kalian dan selalu berpikir, "jalan hidup ditangan tuhan, selalu berusaha dan jangan patah semangat". jika kalian tidak diterima di satu universitas, mulailah berpikir positif , mungkin saja tuhan mempunyai jalan lain yang lebih baik untuk kita, dan jangan pernah patah semangat, karena banyak pengalaman teman yang walaupun dari jalur 1 belum keterima, mereka terus mencoba dan mencoba dan akhirnya keterima. ingat kunci sukses itu jangan patah semangat dan terus berjuang, sedangkan kunci kebahagiaan , selalu berpikir positif dan ceria.
yapss, mungkin itu saja tips dan trik yang bisa aku bagikan kepada kalian semua, dan ini sudah aku alami pada saat ingin kuliah di PTN ternama di Indonesia. semoga kalian yang membaca bisa mengambil manfaat dari tulisan ini.
terima kasih
Masih ingat tentang film fast and furious 7? Iya film terakhir mengenang kepergian paul walker, yang merupakan sahabat pembalap yang bernama Dom dalam film tersebut. Meski hanya sebuah film, tapi banyak pesan yang tersirat dari seluruh konsep film tersebut.
Salah satu kutipan yang dikatakan dom yaitu
“I Don’t Have Friend, I Have Family”
Banyak orang yang sering mengatakan bahwa , “buat apa memiliki banyak teman, jika hanya sedikit yang peduli” menurut aku tidak salah pernyataan tersebut, karena memang belum tentu semua teman yang kamu miliki, yang peduli denganmu belum tentu semua juga. Tapi ingatlah, tuhan menciptakan semua orang tidak ada yang sama, baik warna rambut, isi kepala, tingkah laku maupun kepribadian. Sebenarnya tidak salah memiliki teman yang banyak, dan jangan pernah menyalahkan juga akan kepribadian teman kalian yang tidak selalu sesuai dengan kepribadian diri sendiri.
Sedikit cerita , semenjak menjadi anak rantauan yang harus tinggal sendiri dan jauh dari keluarga, mengharuskan aku harus hidup mandiri. Yaa mandiri, menyelesaikan semua sendiri , yang awalnya dari SD hingga SMA orangtua selalu ikut serta secara langsung membantu, tapi kali ini tidak, orang tua hanya memberika support dan sangat terbantu. Tapi disinilah aku mulai mengenal bahwa keluarga itu tidak selalu terdiri dari ayah, ibu dan kakak. Keluarga definisinya sangat luas, bukan hanya yang kita kenal dari kecil hingga dewasa, tapi ya ini keluarga baru saya walaupun kita tidak ada hubungan darah tetapi kita sesame mahluk ciptaan tuhan sangat cocok untuk disebut keluarga.
Memiliki teman dari berbeda pulau dan SARA sangat banyak mengajarkanku arti sebuah pertemanan. Bukan berarti karena kita berbeda jadi kita tidak boleh berteman, justru pembeda lah yang mengajarkan kita arti sebuah keluarga dan pembeda mengajarkan kita bahwa hidup setiap orang berbeda, banyak pembelajaran yang kita peroleh dari teman teman sekitar, dari bagaimana cara berbicara dengan orang yang berbeda pulau, bagaimana cara berpikir tiap orang dan bagaimana tiap orang bertindak. Keluarga pertamaku memang yang selalu ada dirumah, yang selalu memberikan dukungan ketika sedang jatuh dan selalu bahagia ketika melihat kita bahagia, dan keluarga keduaku yaa disini, di tempat saya merantau.
Ketika aku dipertemukan dengan berbagai teman yang memiliki ciri khas masing-masing, aku jadi senang karena yang awalnya belum bisa beradaptasi di tanah rantauan, jadi mulai betah karena kehadiran mereka. Semula kupikir akan tidak bisa akrab seperti teman-teman SMA ku dulu, tapi itu hanya sebuah prasangka belaka, yang sampai sekarang semakin akrab bahkan hingga tingkat akhir. Kupikir dulu “apakah bisa aku diterima di kalangan mereka yang nyatanya aku minoritas disini”, yaa hal itu juga hanya sebuah prasangka yang nyatanya mereka sangat terbuka bahkan sangat seperti sebuah keluarga.
Mereka banyak mengajarkanku mengenai apa yang mereka miliki di daerah , bahkan kebaikan mereka membuat diriku semakin sadar bahwa tidak ada kata pembeda di dunia ini, semua sama, semua keluarga walau hanya dilahirkan ditempat yang berbeda.
Banyak hal yang kulalui bersama dengan mereka, mulai dari belajar bersama, jalan-jalan bahkan melakukan keseruan lainnya. Akupun menyadari nasehat orangtuaku dulu sebelum aku memulai untuk merantau, orangtuaku berpesan “ jika kita berbuat baik, maka tuhan akan mengirimkan orang baik disekitar kita, dan begitu sebaliknya” dan akupun dari kecil selalu diajarkan “jika ada orang yang memberikan satu kebaikan kepadamu, maka balaslah dengan 10 kebaikan , dan jangan menjadi pendendam serta selalu ingat sekecil apapun pengorbanan seseorang kepadamu”.
Makin lama aku selalu diberikan kesadaran bahwa tidak semua teman akan baik, dan tidak semua teman akan buruk. Kesadaran itu mengingatkan bahwa , manusia tidak ada yang sempurna, dan jangan pernah berpikir kalian memiliki teman yang sempurna yang seperti yang kalian harapkan, yang sempurna hanya milik sang pencipta. Maka daripada itu, jika ada teman yang mengatakan bahwa lebih baik punya 1 sahabat ketimbang memiliki 1000 teman. Mereka tidak salah, hanya saja semakin kita dewasa maka semakin tahu bahwa teman seperti apa yang sejiwa dengan kita, yang sepemikiran dengan kita maka hanya itu yang mengerti kita, seperti lagu Zona Nyaman (FOURTWNTY).
Waktu ke waktu perlahan ku rakit egoku
Merangkul orang-orang yang mulai sejiwa denganku
Ke-BM-an membukakan jalan mencari teman
Keluarlah dari zona nyaman
Pesanku dalam tulisan blog ini, seburuk-buruknya sifat temanmu, ingatlah, mereka pernah menolongmu dikala susah, mereka yang selalu ada dikala kamu senang, dan mereka yang rela tertawa agar kau tertawa dan berusaha membuatmu tegar ketika kamu sedih, yang kamu sendiri tidak pernah mengetahui tentang kondisi temanmu sebenarnya. Maka rangkulah temanmu, seperti kamu merangkul keluargamu, karena sedikit kebaikan yang kita lakukan kepada temanmu, suatu saat akan diingat dan menjadi kenangan indah.
_Jodi Indra Pujawan_
well, here I will give an opinion, why traveling is important and must be done. A little story, being a child on a different island is a challenge for me to be able to adapt to the surrounding environment and be able to survive until my goal is complete. After a long time being an overseas child, many friends and experiences that I get can make me more mature.
being a overseas child does not have to just stay at home or around the campus. The need for traveling is not in vain for 4 years, but only knows that. So, in addition to studying in my spare time, I am filled with traveling wherever it is important to be happy.
Traveling is important because being a college student and a overseas child who is far from parents requires everything to be taken care of on his own. So in order not to appear undesirable things like stress that can cause disease, then vacation with friends is very necessary.
Holidays do not need to be expensive, no need to go to the mall, just a vacation with a cool and comfortable natural atmosphere. Because, with a vacation with a natural atmosphere that can increase our happiness and forget for a moment the anxiety that occurs.
For 4 years as a overseas child in this rainy city, there were several cities that I visited. Whether it's because of a vacation or college or because of a competitiob that is certain that every city must be able to explore tourist attractions there.
Every place has unique things, unique stories and unique friends. Youth should not be spent mostly on complicated matters, sometimes we entertain ourselves to nourish our minds.
So holidays in the lecture period have many benefits, not just spending money or wasting time, but making our minds healthier and ready to work again with new enthusiasm.
enjoy your life, a young age for adventure, because science is not only obtained from formal education but also the surrounding environment can be a medium of learning.
so this is some photos of my journey
BANDUNG
bogor (waterfall)
Bogor (queen crater)
if you need to know wherever i vacation, you can visit my social media "Jodiindra"
being a overseas child does not have to just stay at home or around the campus. The need for traveling is not in vain for 4 years, but only knows that. So, in addition to studying in my spare time, I am filled with traveling wherever it is important to be happy.
Traveling is important because being a college student and a overseas child who is far from parents requires everything to be taken care of on his own. So in order not to appear undesirable things like stress that can cause disease, then vacation with friends is very necessary.
Holidays do not need to be expensive, no need to go to the mall, just a vacation with a cool and comfortable natural atmosphere. Because, with a vacation with a natural atmosphere that can increase our happiness and forget for a moment the anxiety that occurs.
For 4 years as a overseas child in this rainy city, there were several cities that I visited. Whether it's because of a vacation or college or because of a competitiob that is certain that every city must be able to explore tourist attractions there.
Every place has unique things, unique stories and unique friends. Youth should not be spent mostly on complicated matters, sometimes we entertain ourselves to nourish our minds.
So holidays in the lecture period have many benefits, not just spending money or wasting time, but making our minds healthier and ready to work again with new enthusiasm.
enjoy your life, a young age for adventure, because science is not only obtained from formal education but also the surrounding environment can be a medium of learning.
so this is some photos of my journey
BANDUNG
bogor (waterfall)
Bogor (queen crater)
if you need to know wherever i vacation, you can visit my social media "Jodiindra"
kali ini aku akan membagikan sedikit pengalamanku setelah selama 2 bulan untuk terjun langsung ke lapang dalam hal membantu warga desa untuk sadar akan pentingnya penggunaan lingkungan. kenapa aku menulis judul seperti diatas, yapss menurut orang-orang mungkin dengan hanya belajar saja di kampus dan mendengarkan dosen terus dapat nilai yang tinggi sudah baik, tapi coba saja jika langsung diterjunkan ke lapang? 50% mahasiswa pasti akan kebingungan dan akan sulit menerapkan ilmu yang selama ini diperoleh di bangku kampus.
inilah yang terjadi kepadaku dan teman-temanku lainnya. kuliah di kampus pertanian ternama di Indonesia tidaklah mudah seperti yang orang orang kira. mostly people said " kuliah di kampus pertanian berarti tau segala tentang pertanian dong". tidak semuanya seperti itu. kadang aku sadar, selama 4 tahun kuliah, masih banyak pengetahuan yang belum sama sekali aku kuasai dalam dunia pertanian. caranya gimana biar kita bisa tahu tentang pertanian semuamuanya? yak, dengan langsung terjun ke lapang, langsung mempraktikan ilmu yang diperoleh dan tidak segan belajar dengan parap petani bahkan warga sekitar. banyak ilmu yang aku peroleh bahkan yang asalnya tidak dari kampus, thats why terjun langsung ke lapang sangat sangat diperlukan.
Pengalamanku ini, ketika aku diminta tolong oleh temanku untuk membantu dia dalam proyekan dosen . seperti namanya proyekan, pasti dibayar hahahah maka daripada itu aku menyetujuinya.
Desa rancabungur, yang terletak di ciampea ( pasar ciampea lurus terus) , nah nama desa ini desa mawar ( bukan nama desa asli tapi ini desa program BKKBN yang memiliki nama desa mawar). Disini aku banyak belajar mengenai arti tanaman, bagaimana cara menanam, bagaimana cara merawat bahkan hingga panen.
Beruntung sekali aku mengikuti ajakan temanku untuk berdedikasi atau turun lapang langsung untuk mengaplikasikan ilmu yang selama ini diperoleh di kampus. Nah kalua ditanya mengenai warga-warganya, disini masyarakat sangat antusias dalam mengikuti program ini. Oiya, nama program nya program BKKBN jadi program keluarga berencana yang mengusung tema RTH ( Ruang Terbuka Hijau). Jadi program ini , mengajak masyarakat untuk sadar akan fungsi halaman , baik itu untuk pertanaman obat-obatan maupun sayur-sayuran yang nantinya bisa jadi sector ekonomi bagi pemilik rumah.
Nah ini foto ketika aku mengamati pertanaman di lahan salah satu warga. Disini warganya humble pisan , bahkan saking ramahnya, seringkali disuguhkan makanan yang mereka punya. Hehehehe. Nah ketika aku turun langsung bersama semua teman dan dosen dalam hal pertanaman, banyak yang aku awalnya tidak tahu dan sekarang jadi tahu. Ternyata teori yang kita pelajari kalua hanya ditulis ketika ujian tanpa turun lapang langsung , ya itu semua hanya sebatas teori semata. Dan tidak hanya itu saja, ketika warga disana menanyakan terkait perawatan, atau penyakit , aku langsung memberikan solusi jika aku tahu, jika tidak, aku mencoba bertanya baik kepada temanku maupun kepada dosen , yang pada akhirnya dapat menambah ilmu dalam hal pertanaman.
Setelah semua selesai, dan program pun selesai, harapanku , semoga nanti ini bisa menjadi contoh untuk desa sebelah atau seluruhnya lah bagaimana memanfaatkan lahan pekarangan sendiri dan banyak manfaat yang diperoleh jika kita kelola dengan baik serta harapanku untuk para mahasiswa pertanian dan seluruh mahasiswa dikampus, jangan hanya mencari nilai atau huruf mutu dikampus karna kalua kita tidak terjun langsung atau mempraktikannya, itu hanya sebuah huruf yang tidak berarti. Ada kalanya apa yang kita peroleh bisa berguna juga untuk orang-orang sekitar.
inilah yang terjadi kepadaku dan teman-temanku lainnya. kuliah di kampus pertanian ternama di Indonesia tidaklah mudah seperti yang orang orang kira. mostly people said " kuliah di kampus pertanian berarti tau segala tentang pertanian dong". tidak semuanya seperti itu. kadang aku sadar, selama 4 tahun kuliah, masih banyak pengetahuan yang belum sama sekali aku kuasai dalam dunia pertanian. caranya gimana biar kita bisa tahu tentang pertanian semuamuanya? yak, dengan langsung terjun ke lapang, langsung mempraktikan ilmu yang diperoleh dan tidak segan belajar dengan parap petani bahkan warga sekitar. banyak ilmu yang aku peroleh bahkan yang asalnya tidak dari kampus, thats why terjun langsung ke lapang sangat sangat diperlukan.
Pengalamanku ini, ketika aku diminta tolong oleh temanku untuk membantu dia dalam proyekan dosen . seperti namanya proyekan, pasti dibayar hahahah maka daripada itu aku menyetujuinya.
Desa rancabungur, yang terletak di ciampea ( pasar ciampea lurus terus) , nah nama desa ini desa mawar ( bukan nama desa asli tapi ini desa program BKKBN yang memiliki nama desa mawar). Disini aku banyak belajar mengenai arti tanaman, bagaimana cara menanam, bagaimana cara merawat bahkan hingga panen.
Beruntung sekali aku mengikuti ajakan temanku untuk berdedikasi atau turun lapang langsung untuk mengaplikasikan ilmu yang selama ini diperoleh di kampus. Nah kalua ditanya mengenai warga-warganya, disini masyarakat sangat antusias dalam mengikuti program ini. Oiya, nama program nya program BKKBN jadi program keluarga berencana yang mengusung tema RTH ( Ruang Terbuka Hijau). Jadi program ini , mengajak masyarakat untuk sadar akan fungsi halaman , baik itu untuk pertanaman obat-obatan maupun sayur-sayuran yang nantinya bisa jadi sector ekonomi bagi pemilik rumah.
Nah ini foto ketika aku mengamati pertanaman di lahan salah satu warga. Disini warganya humble pisan , bahkan saking ramahnya, seringkali disuguhkan makanan yang mereka punya. Hehehehe. Nah ketika aku turun langsung bersama semua teman dan dosen dalam hal pertanaman, banyak yang aku awalnya tidak tahu dan sekarang jadi tahu. Ternyata teori yang kita pelajari kalua hanya ditulis ketika ujian tanpa turun lapang langsung , ya itu semua hanya sebatas teori semata. Dan tidak hanya itu saja, ketika warga disana menanyakan terkait perawatan, atau penyakit , aku langsung memberikan solusi jika aku tahu, jika tidak, aku mencoba bertanya baik kepada temanku maupun kepada dosen , yang pada akhirnya dapat menambah ilmu dalam hal pertanaman.
Setelah semua selesai, dan program pun selesai, harapanku , semoga nanti ini bisa menjadi contoh untuk desa sebelah atau seluruhnya lah bagaimana memanfaatkan lahan pekarangan sendiri dan banyak manfaat yang diperoleh jika kita kelola dengan baik serta harapanku untuk para mahasiswa pertanian dan seluruh mahasiswa dikampus, jangan hanya mencari nilai atau huruf mutu dikampus karna kalua kita tidak terjun langsung atau mempraktikannya, itu hanya sebuah huruf yang tidak berarti. Ada kalanya apa yang kita peroleh bisa berguna juga untuk orang-orang sekitar.
hello everyone, kali ini aku akan menuliskan gimana sih caranya traveling yang murah dan selama traveling itu gak ngebosenin , tetep ceria tapi sampai ditujuan.
nah , banyak sekali anak muda jaman sekarang yang gampang banget jenuh bahkan bosan akan kehidupan hehehe, seperti gara-gara tugas sekolah numpuk , skripsi belum kelar, mumet jadi anak kosan atau diputusin pacar (kalo yang jomblo gak mungkin yang ini. bener sekali, untuk menghilangkan semua jenis masalah yang numpuk, perlu hiburan dong!! is it right guys???. bahkan kalau masalah kelamaan numpuk tanpa kita harus refreshing , bikin kita malah jadi stres. sampah aja yang numpuk jadi bau. solusi untuk menghilangkan kepenatan atau ke-stress-an itu ya dengan cara liburan bisa sama pacar/sahabat/keluarga.
banyak orang juga yang kalau liburan takut ngeluarin duit?? haduhhh banyak masalah memang. tapi, sebenernya ada banyak sekali wisata asik di Indonesia yang bisa membantu kita dalam menghilangkan rasa penat dan harganya tidak terlalu mahal. nah, kali ini aku akan kasih beberapa tips agar bisa liburan menyenangkan dan murah.
are your ready guys???
TIPS
1. TENTUKAN TANGGAL YANG PAS DAN KONDISI CUACA YANG MEMUNGKINKAN
nah waktu untuk liburan anda benar-benar harus ditentukan dengan matang, gamau kan lagi liburan malah ditelpon dosen/bos di perusahaan. so, mulai tentukan tanggal baik untuk liburan, mungkin bisa weekend or weekdays(jika ada libur atau tanggal merah). selain waktu, kalian harus kepo dengan forecast agar liburan nya sesuai, misal mau jalan jalan kecurug, karna gak ngeliat ramalan cuaca, eh tiba tiba hujan.
2. PERSIAPKAN "UANG" JAUH JAUH HARI atau BERHEMATLAH UNTUK LIBURAN
nah ini penting sekali bagi para traveler yang kebanyakan mahasiswa. kalau liburan bareng keluarga sih gak apa apa, tapi kalo mau traveling bareng teman kampus mungkin ini wajib se wajib wajibnya. aku tiap kali mau traveling kemanapun, selalu menyiapkan uang dari jauh-jauh hari bahkan harus menghemat demi bisa liburan. kenapa?? karna duit itu penting yaitu tranpsort, makan dan hal-hal yang tidak terduga. kalau memang berduit sih gak masalah, bagi anak rantauan seperti aku dan masi meminta duit dari orangtua, ini sangat dianjurkan, agar liburan dapet, tapi tidak membebani orangtua juga.
3. PERSIAPKAN BARANG-BARANG SESUAI KEPERLUAN DAN TRANSPORTASI
kalau mau liburan , hal ini harus dipersiapkan , jangan sampai pas sudah ditempat wisata ada yang kelupaan. persiapkan barang-barang yang mungkin kalian butuhkan selama liburan, INGATTT sesuai keperluan, jangan sampai gara-gara barang yang dibawa banyak , kalian harus capek capek membawa perlengkapan sampai tidak bisa menikmati liburan. teruuss, transport. sebisa mungkin sebelum liburan mengetahui medan perjalanan menuju kesana, jangan lupa bertanya kepada teman yang sudah pernah kesana agar kita tahu transportasi yang cocok dibawa pada saat liburan.
4. AJAKLAH TEMAN TEMAN YANG SESUAI DENGAN JIWA ANDA
very important dalam melakukan traveling. so, liburan yang seru itu biasanya datang dari hal-hal seru yang dilakukan selama perjalanan. nah, pengalaman aku setiap liburan, selalu memilih teman yang sejiwa dan MAU CAPEK kalau jalan. kenapa? bukannya gabaik milih milih teman? hahahhaha, bukan seperti itu, liburan ini tujuannya ingin menciptakan suasana yang HAPPY dan menghilangkan kepenatan. jadi, pilihlah teman yang memang ada jiwa traveling, tidak sering mengeluh dan kalo bisa strong dan paling penting tidak terlalu serius hahahha kalo bisa yang bisa ngelawak diajak hahaha
5. SELALU IZIN DENGAN ORANGTUA DAN BERDOA SEBELUM BERANGKAT
inilah hal yang bikin liburanmu lancar sesuai rencana. selalu izin, kenapa?? biar orangtuamu tidak khawatir kemana kamu pergi dan kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan , bisa cepat minta tolong. terus, selalu berdoa sebelum berangkat liburan, karna jalan tuhan selalu lebih indah dan sangat indah brooo!!!!
mungkin itu aja sih yang bisa aku share selama melakukan liburan. ingat !!!! liburan itu penting, jangan biarkan kepenatan itu menguasai tubuh anda.
thankyouu
.
.
for more info
instagram : jodiindra
nah , banyak sekali anak muda jaman sekarang yang gampang banget jenuh bahkan bosan akan kehidupan hehehe, seperti gara-gara tugas sekolah numpuk , skripsi belum kelar, mumet jadi anak kosan atau diputusin pacar (kalo yang jomblo gak mungkin yang ini. bener sekali, untuk menghilangkan semua jenis masalah yang numpuk, perlu hiburan dong!! is it right guys???. bahkan kalau masalah kelamaan numpuk tanpa kita harus refreshing , bikin kita malah jadi stres. sampah aja yang numpuk jadi bau. solusi untuk menghilangkan kepenatan atau ke-stress-an itu ya dengan cara liburan bisa sama pacar/sahabat/keluarga.
banyak orang juga yang kalau liburan takut ngeluarin duit?? haduhhh banyak masalah memang. tapi, sebenernya ada banyak sekali wisata asik di Indonesia yang bisa membantu kita dalam menghilangkan rasa penat dan harganya tidak terlalu mahal. nah, kali ini aku akan kasih beberapa tips agar bisa liburan menyenangkan dan murah.
are your ready guys???
TIPS
1. TENTUKAN TANGGAL YANG PAS DAN KONDISI CUACA YANG MEMUNGKINKAN
nah waktu untuk liburan anda benar-benar harus ditentukan dengan matang, gamau kan lagi liburan malah ditelpon dosen/bos di perusahaan. so, mulai tentukan tanggal baik untuk liburan, mungkin bisa weekend or weekdays(jika ada libur atau tanggal merah). selain waktu, kalian harus kepo dengan forecast agar liburan nya sesuai, misal mau jalan jalan kecurug, karna gak ngeliat ramalan cuaca, eh tiba tiba hujan.
2. PERSIAPKAN "UANG" JAUH JAUH HARI atau BERHEMATLAH UNTUK LIBURAN
nah ini penting sekali bagi para traveler yang kebanyakan mahasiswa. kalau liburan bareng keluarga sih gak apa apa, tapi kalo mau traveling bareng teman kampus mungkin ini wajib se wajib wajibnya. aku tiap kali mau traveling kemanapun, selalu menyiapkan uang dari jauh-jauh hari bahkan harus menghemat demi bisa liburan. kenapa?? karna duit itu penting yaitu tranpsort, makan dan hal-hal yang tidak terduga. kalau memang berduit sih gak masalah, bagi anak rantauan seperti aku dan masi meminta duit dari orangtua, ini sangat dianjurkan, agar liburan dapet, tapi tidak membebani orangtua juga.
3. PERSIAPKAN BARANG-BARANG SESUAI KEPERLUAN DAN TRANSPORTASI
kalau mau liburan , hal ini harus dipersiapkan , jangan sampai pas sudah ditempat wisata ada yang kelupaan. persiapkan barang-barang yang mungkin kalian butuhkan selama liburan, INGATTT sesuai keperluan, jangan sampai gara-gara barang yang dibawa banyak , kalian harus capek capek membawa perlengkapan sampai tidak bisa menikmati liburan. teruuss, transport. sebisa mungkin sebelum liburan mengetahui medan perjalanan menuju kesana, jangan lupa bertanya kepada teman yang sudah pernah kesana agar kita tahu transportasi yang cocok dibawa pada saat liburan.
4. AJAKLAH TEMAN TEMAN YANG SESUAI DENGAN JIWA ANDA
very important dalam melakukan traveling. so, liburan yang seru itu biasanya datang dari hal-hal seru yang dilakukan selama perjalanan. nah, pengalaman aku setiap liburan, selalu memilih teman yang sejiwa dan MAU CAPEK kalau jalan. kenapa? bukannya gabaik milih milih teman? hahahhaha, bukan seperti itu, liburan ini tujuannya ingin menciptakan suasana yang HAPPY dan menghilangkan kepenatan. jadi, pilihlah teman yang memang ada jiwa traveling, tidak sering mengeluh dan kalo bisa strong dan paling penting tidak terlalu serius hahahha kalo bisa yang bisa ngelawak diajak hahaha
5. SELALU IZIN DENGAN ORANGTUA DAN BERDOA SEBELUM BERANGKAT
inilah hal yang bikin liburanmu lancar sesuai rencana. selalu izin, kenapa?? biar orangtuamu tidak khawatir kemana kamu pergi dan kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan , bisa cepat minta tolong. terus, selalu berdoa sebelum berangkat liburan, karna jalan tuhan selalu lebih indah dan sangat indah brooo!!!!
mungkin itu aja sih yang bisa aku share selama melakukan liburan. ingat !!!! liburan itu penting, jangan biarkan kepenatan itu menguasai tubuh anda.
thankyouu
.
.
for more info
instagram : jodiindra
about me
Hello, my name is I Komang Jodi Indra Pujawan, I'm the author of this blog. I was born and raised in Bali. After graduating in high school, I tried to move to Bogor and study in the Departement of agronomy and horticulture, faculty of agriculture, Bogor Agricultural Institute. Since I lived in Bogor, I really like traveling to various places that I have never visited. In fact, not only in Bogor, have also traveled to various regions in Java such as Bandung, Jogjakarta, Pekalongan, Semarang, Malang etc. My hobby besides writing, is also a hobby of traveling. Life is brought relaxed but still serious at the right time.
Starting a blog since middle school, why? Because I was very inspired by some bloggers who told their interesting stories through blogs. How happy we are to share with people and can make happiness.
im also have some social media
twitter : @jodiindrap
Instagram : @jodiindra
Youtube : komang jodi
i hope my story can be your inspiration :)
nah ini kami bekerjasama dengan greentv Institut Pertanian Bogor, check video lainnya di greentv IPB (youtube)
Well, ini pengalaman gue dan temen gue yang , “yah bisa di bilang pemula” untuk mengikuti suatu ajang kompetisi. Menurut gw, kompetisi yang gw ikutin ini gak sesuai hobby sih awalnya, apalagi dari SMA gak begitu suka tulis-menulis. Wahahahahaha, jadi awalnya tuh, ngikutin kompetisi ini karena pengen banget di per-kuliah-an itu punya prestasi, ya minimal satu lah. Setelah dipikir-pikir, dari IPK yang diperoleh gak begitu memuaskan, dan waktu selalu dipakai untuk organisasi dan kepanitiaan, nah karna itulah gw pengen banget punya satu prestasi juara sebagai suatu pengalaman dan untuk nambah-nambah CV setelah lulus.
Jadi ceritanya , dimulai dari obrolan di grup suatu media social yang bernama L**E (sensor). Nah jadi di medsos itu gw ada grup khusus anak anak “perkusi” hahahaha. Gatau kenapa tibatiba obrolan di grup sekali ini bener. Teruss..... salah satu temen gw ngeshare jarkoman lomba , yaps lomba karya tulis. Awalnya gw bercanda ngomong “ yuk ikutan, jarang2 ikutan kayak gini selama dikampus”. Eh ada satu temen gw yg nyletuk , sebut saja FIS, nah temen gw ini sama kayak gw yang pengen banget sekali kali punya prestasi. So, setelah obrolan panjang, langsung deh gw personal chat temen gw dan ngajakin untuk serius ikutan lomba karya tulis itu, akhirnya terbentuklah tim. Yah karna 1 tim maksimal 3 orang , dan kita hanya berdua, jadi memutuskan untuk mencari 1 orang lagi untuk diajak ikut serta dalam lomba ini. Awalnya gw ngajakin temen gw sebut saja FC, tapi temen gw nolak karna dia gapunya basic menulis, yaudah gue sih gamau maksa hhahahaha. Yaudah akhirnya gw ajakin temen lagi, sebut saja DSA, dan temen gw ini akhirnya setuju untuk ikut.
Singkat cerita, kami pun sudah terbentuk tim dan ide yang kami akan tuangkan kedalam karya tulis yaitu berdasarkan pengalaman kami selama magang pada saat liburan semester 5 kemarin yaitu “biotray”. Awalnya kami berpikir , kalo menggunakan bahan yang sama seperti pada saat magang cukup susah yaitu daun pisang karna hampir tidak semua daerah memiliki pohon pisang. Ide kami ini bermaksud agar setiap orang bisa menggunakannya tanpa harus berpikir bahannya. So, gw pun akhirnya konsultasi lah dengan kating yang sebelumnya juga pernah ikut kompetisi LKTI ini.
(SINGKAT CERITA)
YAPSSS...., ide pun sudah dan kami pun mulai begadang mengerjakan paper LKTI ini karna H-2 pengumpulan. Kami mengerjakannya semalam suntuk bahkan sampai subuh dan sampai matahari terbit lagi hahahaha. Setelah semua kelar, gw pun bersiap-siap untuk mengirimkan karya tulis itu.
(counting days)
Setelah beberapa lama menunggu hasil, JENG JENG JENGG.................. akhirnya karya tulis kami pun lolos dan masuk 10 besar untuk lanjut tahap FINALISSSS...... yapsss karna pemula jadi bangga bangettttttt. TAPIIIII..... badnews nya presentasi untuk tahap finalis sangat bertabrakan dengan waktu kami KKN (yaps pada saat itu kami udh semester 6 dan mengikuti kkn). Setelah semua bahan presentasi selesai dibuat , kamipun bersiap siap untuk pergi ke daerah tempat kkn masing2.
(didaerah tempat kkn )
Nah , bagian ini bagian paling amburadul kalo kata gw sih. H-7 untuk tahap finalis , kami pun bingung mau berangkat apa tidak. Alasan pertama, biaya bolak balik dari tempat kkn, menuju bogor, kemudian bolak balik pesawat jakarta-palembang. Alasan kedua, karna kami semua menjadi koordinator desa dan koordinator kabupaten( Cuma si FIS) susah juga untuk meninggalkan tempat kkn. Yapss bersyukur, untuk alasan pertama akhirnya gw pun curhat dengan salah seorang temen sebut saja FC, dia merupakan wakil dari himpro dikampus (tepatnya di departemen gw), nah setelah curhat panjanggg, yeay dipinjamkan lah duit sebagai bekal untuk ke palembang tapi dengan syarat akan dikembalikan dan harus bawa juara, susah juga kan yaaa. Untuk alasan kedua, lumayan susah karna harus berurusan dengan pihak dekan fakultas masalah ijin tapi untungnya ada adek tingkat yang bersedia membantu mengurusi perizinan walau hanya sementara dan sisanya diurus oleh DSA karna dia tempat kkn yang kalo pulang paling dekat dengan bogor. Setelah surat ijin jadi, kamipun masing-masing memohon perizinan baik itu kepada koordinator lapang, dosen pembimbing kkn, dan terakhir kepala desa. Untungya permohonan izin kami diterima , apalagi kepala desa tempat gw kkn sangat mengijinkan jika itu berhubungan dengan akademik dan kampus . wagelaseeehhh baik bangettt
(on road)
Nah kami pun bersiap untuk berangkat dan ini H-1 keberangkatan. Jadi gw dan FIS tempat kknnyaa di pekalongan , otomatis harus menggunakan kereta menuju bogor. Kami berangkat dengan kereta dari stasiun pekalongan jam 10.00 dan sampai di stasiun bogor pukul 18.00 dengan kondisi perut kosong (awalnya dibekali makanan oleh FIS yaitu nasi megono dan telur, lumayan energi kannn). Terus setelah sampai stasiun, lanjut memesan gojek menuju tempat kos masing, masing. Kemudian , pukul 20.00 kami pun berkumpul kembali untuk mempersiapkan presentasi esok hari. Keesokan paginya , pukul 07.00, kami berangkat naik damri menuju ke bandara soetta, dan sampai di palembang pada pukul 11an (lupa waktu).
Singkat cerita, kami sudah sampai di universitas tempat diadakan tahap finalis, kamar oke, teman teman baru oke, tapi jarak antara kampus dengan warung SANGAATTT JAUH , dalam hati (gak apa lah, Cuma 3 hari). Persiapan pun dimulai pada malam hari, kami berlatih presentasi bahkan sampe tertidur pulas dan esok subuh berlatih lagi. Yapsss, tahap presentasi pun dimulai, tim kami mendapat nomor urut 07, jadi kami bisa melihat para tim lain dengan gaya presentasi mereka masing-masing. Awalnya sih down, karna apa yang mereka bawa di tahap finalis sangat WAH kalo dibandingkan dengan yang kami bawakan yang hanya bermodalkan daun jagung. Whahahha, giliran kamipun tiba, oke presentasi dengan santai, pembawaan pun santai seperti SPG SPG di mall. Setelah presentasi, kini giliran juri berkomentar...................dan rada gapercaya, komentar semua juri bagus bagus, dan ada salah satu juri yang terpukau dengan ide yang kami bawakan. SUNGGU LUAR BIASA!!!!!.
Malam harinya , kamipun beristirahat dan berniat untuk keliling palembang dan mencoba pempek palembang, karna pesawat kami waktu keberangkatannya lebih cepat dibandingkan tim lainnya.
(singkat cerita)
Tahap pengunguman pun dimulai, kami awalnya degdegan, tapi melihat peserta lain yang MENAKJUBKAN dibandingkan kami, yaudahlah ya yang penting walaupun tidak juara tapi ada pengalaman dan dapat jalan jalan selagi kkn. Wahahhaha,....
Juara 3 sudah diumumkan, lalu juara 2, dan nama tim kami tidak ada, dalam hati “yah gamungkin juara satu, hmmm “. Akhirnya juara satu pun diumumkan, and you know apa yang terjadi, TIM KAMI MEMPEROLEH JUARA 1 wahahahahahahahahahahahahahahah. Its great moment guys, dan kami pun rasa rasa tidak percaya dan berpikir “wah baru pemula dan sudah bisa juara ya”. Wagelaseeehhhhh..... lalu kamipun sangat bertrimaksih kepada semua pihak dan mengungumkan di grup “perkusi” dan tidak berani dulu menyebarkan wahahahah tapi ujung ujungnya semua tersebarluas wahahahah. THANKSSS GOD
Pesannya
“ pengorbanan yang kami lakukan selama ini, sampai harus berkorban waktu dan materi terbayarkan dengan hasil yang memuaskan, dan kalian tahu pelajaran yang bisa diambil itu kalau kita ada niat dan ada usaha serta doa, niscaya impian kalian akan terwujud walaupun kalian hanya pemula atau sebelumnya tidak memiliki basic apa apa, karna kita disini semua berawal dari pembelajaran, dan doa serta usaha lah yang menghantarkan kita menuju impian kita”
SEKIAN CERITA SINGKAT SELAMA MENGIKUTI LOMBA, SEMOGA APA YANG DITULIS INI BISA SEBAGAI PEMACU SEMANGAT DAN JIKA ADA KESALAHAN KATA-KATA MOHON DIMAAFKAN.
Tertanda
Komang Jodi Indra Pujawan
Instagram : jodiindra







